61). Slamet Suryadi
Slamet Suryadi terlahir 58 tahun yang lalu di Indramayu Jawa Barat. Sejak SD hingga sekarang menyukai puisi. Profesi saat ini sebagai PNS/ASN sebagai Guru IPA di SMPN 1 KARANGAMPEL. Sejak kuliah di UNPAS Bandung tahun 1982 aktif di sanggar Olah Seni Ligar Sari Bandung dan nimbrung di Grup Apresiasi Sastra (GAS). Karya-karyanya berupa puisi dimuat di Komunitas Penulis Sastra Indonesia (KOPSI) dan pernah menjadi juara di event penulisan puisi nasional
62). Dale Dalminto
.Dalle Dalminto, Seorang penikmat dan pengagum puisi yang lahir pada 5 Februari di Bantul. Sekarang menetap di dusun Bongsren Rt 02, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta 55761. Aktivitas sehari-hari bekerja sebagai PHL di Stadion Sultan Agung Bantul.
Adapun Catatan Langit menjadi buku kumpulan puisi solo pertama, sedangkan Kolaborasi Hati adalah antologi puisi bareng sang istri– Kartika. Dan sehimpun puisi Semesta Berkata merupakan buku solo yang kedua. Ada beberapa karyanya yang termuat di antologi bersama di antaranya: Antologi Sajak-sajak tentang Pindul 2017(FPNB, Kab. Gunungkidul); Antologi Puisi ‘Kepada Toean Dekker’, Festival Seni Multatuli 2018 (Disbud Kab. Lebak Banten); Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019; (Disbud Bantul); Antologi Puisi, Cerpen, dan Esai: Alumni MUNSI 2020
63). Yuditeha
Yuditeha, penulis puisi, cerpen dan novel yang hobi melukis wajah-wajah dan bernyanyi puisi. Aktif di komunitas sastra alit Surakarta. Hujan Menembus Kaca (2011) adalah buku puisinya. Komodo Inside (Grasindo, 2014) adalah novel pertamanya. Tinggal di Jaten RT. 01 RW. 14 Karanganyar-Surakarta. Blog : yuditeha.wordpress.com
64). Sudarmono
Sudarmono lahir di Bantul Yogyakarta 1963 pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta, penulis dan penyuka Sastra dan juga Kebudayaan sekarang mengelola Taman Bacaan Masyarakat/TBM Ruang Jiwa di Muntilan Magelang , tulisan puisi nya banyak diterbitkan oleh Komunitas Sastra di Indonesia pada umumnya antara lain Gambang Semarang, Kartini dalam Puisi, Kaffein Ruang dan Kreativitas, Jakarta dan Betawi 3 Titimangsa Lahirnya Peradaban Bangsa, Plengkung Yogyakarta dalam Sajak, Angkatan Milenial, Wasiat Botinglangi dan lain sebagainya Alamat Gataklamat No 63 RT 04 RW 01 Desa Pucungrejo Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Jawa Tengah
66). Sukardi Wahyudi
Sukardi Wahyudi, lahir di Samarinda pada tanggal 17 Januari 1960, Sukardi Wahyudi mengaku mengeluti dan memperdalam dunia sastra secara autodidak, hal itu dilakukan sejak tahun 1977 dan baru tahun 1981 berani mempublikasikan karyanya di media masa baik Daerah maupun nasional dan Buletin sastra yang tersebar di Nusantara. Sukardi Wahyudi telah menghimpun karyanya secara tunggal maupun bersama yang diterbitkan dalam sejumlah buku antologi puisi dan cerpen antara lain : Diam (Antologi Puisi 1983, IPS Kab Kutai) Tongkat (Antologi Puisi1984, IPS Kab Kutai), Boom (Antologi Puisi 1984, IPS Tenggarong), Hudoq 2000 (Antologi Puisi 1985, IPS Kab Kutai), Menepis Ombak Menyusuri Sungai Mahakam (Antologi Puisi 1999, DKD Kab Kutai), Seteguk Mahakam (Antologi Puisi 2006, Penerbit Matahari Jogya), Ada Gelisah Di Pertemuan Waktu (Antologi Cerpen 2011, Penerbit Araska Jogya) Lelaki Itu (Antologi puisi cetekan I – 2010, cetakan II – 2018 Penerbit Araska Jogya) dan Jejak Rindu (Antologi puisi 2019, Penerbit Araska Jogyakarta) .Karyanya juga termuat dalam beberapa buah buku antara lain Secuil Bulan Di Atas Mahakam Antologi puisi bersama penyair Kaltim (1999, DKD. Prov. Kaltim), Maaf dan Penyesalan (Antologi Puisi 2005), Ikhtisar Sastra Indonesia Di Kalimantan Timur (Apresiasi, 2009), Ensiklopedia Sastra Kalimantan Timur (Apresiasi, 2009), Biografi Pengarang Kalimantan Timur (Biografi, 2009), Perjalanan Puisi Kalimantan Timur Dari Orde Lama Hingga Kontemporer (Apresiasi, 2010), Kalimantan Timur Dalam Sastra Indonesia (Apresiasi, 2011), Kalimantan dalam Prosa Indonesia (Apresiasi, 2011), Kalimantan dalam Puisi Indonesia (Apresiasi, 2011), Kalimatan Timur Dalam Cerpen Indonesia (Antologi Cerpen, 2011), Budi Pekerti Dalam Cerita Pendek Di Kalimantan Timur (Apresiasi, 2013), Tercatat dalam Apa Dan Siapa : Penyair Indonesia (Biografi Tahun 2017), When The Days Were Raining (Antologi Puisi Tahun 2019), Negeri Serumpun (Antologi Puisi Tahun 2020) Sempena Pertemuan Dunia Melayu 2020 GEPENA & MBMKB, Tadarus Puisi IV (Antologi Puisi Tahun 2020), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, Sampah (Antologi Puisi Tahun 2020), Puisi Penyair Indonesia, Suara Hati Guru Di Masa Pandami Cocid-19 (Antologi Puisi Tahun 2020) Seratus Guru Terbaik Indonesia, Dermaga Seni Buleleng Bali, Obor Peradaban Barus (Antologi Puisi BBSU tahun 2020), Gembok (Antologi Puisi Tahun 2021) Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
67). Sukma Putra Permana
Sukma Putra Permana, lahir di Jakarta, 1971. Giat berproses kreatif sebagai editor, penyair, dan penulis nonfiksi di Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta. Beberapa buku antologi terbaru yang memuat puisinya antara lain: Negeri Bahari (2018), Pesisiran (2019), Segara Sakti Rantau Bertuah (2019), Perjalanan Merdeka (2020), CORONA (2020), Gambang Semarang (2020), Rantau (2020), Alumni Munsi Menulis (2020), Kembara Padang Lamun (2020), Angin, Ombak, dan Gemuruh Rindu (2020), dan Kristal-Kristal DIHA (2020). Buku puisi tunggalnya: Sebuah Pertanyaan Tentang Jiwa Yang Terluka (2015) dan Dia Yang Terjatuh Di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya Patah (2021). Sekarang tinggal di Bantul, D.I.Yogyakarta
68). Wirja Taufan, (Medan)
Wirja Taufan, lahir di Medan, 15 September 1961 dengan nama asli Suryadi Firdaus. Puisinya dimuat di beberapa surat kabar lokal dan nasional : Analisa, Medan Bisnis, Sumut Pos dan Indopos Jakarta. Juga dimuat di Majalah Sastra Horison. Beberapa puisinya diikutkan dalam antologi bersama antara lain : Koma (Antologi Puisi Penyair Muda Medan), Muara I, Muara II, Titian Laut II, Titian Laut III (antologi Puisi dan Cerpen Penulis-Penulis Malaysia Utara dan Sumatera Utara dalam Pertemuan Sastra Dialog Utara di Medan dan Malaysia), Ilham (Antologi Puisi Islami Sumatera Utara, 1991) dan Medan Puisi (Antologi Puisi Pesta Penyair Indonesia, The 1st Medan International Poetry Gathering, 2007). Tahun 1983 menerima Hadiah Kreativitas Sastra Bidang Puisi dari Dewan Kesenian Medan (DKM). Tahun 1985 membacakan puisinya yang terhimpun dalam kumpulan puisi Episode Mimpi di Taman Budaya Medan.Saat ini bekerja di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Padang, sebagai Kepala Bidang Teknologi dan Media Baru.
69). Buanergis Muryono
Buanergis Muryono, lahir di Gunung Muria Jepara 11101966. Hidup sebagai seniman. Terus berkarya sepanjang zaman. Menulis adalah jalan hidupnya hingga melahirkan aneka tulisan untuk koran, majalah, radio, tv, film, animasi. Mendirikan Sanggar Mariska bersama Cindy Shirley . Mendirikan TITIAN MOKSA ASHRAM CHARACTER BUILDING EDUCATION BALI bersama Jro Kandel , Gede Budiasa Guru Besar Javanologi , Konsultan Art and Culture. Universe Healing at Kutabanding Beach Bali. Tinggal di Jakarta - Bogor Bali
70). Supriadi
Supriadi , Lahir di Surabaya 24 Nopember 1966, nama pena Supriyadi Bro. Bertempat tinggal di Desa Brangkal, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto. Membaca dan menulis adalah kesenangan sejak kecil. Karya tulis puisi, cerpen, naskah drama, artikel, pernah dimuat di media masa dan dibukukan (karya tunggal 3 buku antologi puisi dan 7 buku antologi puisi karya bersama). Profesi guru di SMPN 1 Sooko, Dosen di STIE AL-ANWAR Mojokerto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar