Biodata Penyair :
Prasasti Antologi Untaian Sastrawan Dalam Cerita Khasanah Daerah,
Pelangi Dipa Nusantara Cahaya Khatulistiwa Amanat Sastratama Pujangga Modern Republik Indonesia Leksikon Abadi 2022 Emas
1.A. Kusairi, adalah penyair Kalsel, puisi “Mahakam Pesonamu Terkikis” saya ciptakan saat berkunjung ke Samarinda Kaltim akhir Desember 2021. Tinggal di Jl. Bupati H. Said Alwi desa Perintis Raya, Kec. Tapin Utara, Kab. Tapin- Kalimantan Selatan.
3.Abede Mujib, lahir di Banyuwangi, 140486, tinggal di Situbondo Jawa Timur. Salah satu peserta Muktamar Sastra 2018 di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Beberapa karyanya: Antologi Puisi Sang Aku (2009), Ramadan Terburuk dan Terindah Bagiku (2012), Sang Kiai (2014) serta Antologi Puisi, Pusaka, Haiku dan Tanka: Shalawat Habibah (2020). Beberapa Buku Antologi Puisi Bersama: Tadarus Airmata; Teater Air (2005), Antologi Cerpen Biru di Mataku (2008), Antologi Puisi Muara (2009), Kitab 99 Puisi Tasbih Hijau Bumi, Lesbumi NU Jawa Timur (2014), Antologi Puisi untuk Sukorejo Wasiat Debu (2015), Pucuk-Pucuk Ilalang (2019), The First (2019), Sajak Rindu, Aku dan Hujan (2019), Sajadah; HSBI Medan (2019), serta 1000 Haiku Indonesia Musim Ke-5 (2019)
4.Abidi Al-Ba'arifi Al-Farlaqi. Lahir pada 8 September 1983 di Perlak, Aceh Timur dan tinggal di Ponpes Nidaul Islam, Peusangan Selatan, Bireuen, Provinsi Aceh. Penyair yang akrab dipanggil Kang Abid atau Mas Abi ini dimasa kecilnya bernama Goelsani Razz Al-Ba'arifi adalah pendiri, pengasuh, dan pengajar Majlis Jambo Stress. Belajar menulis secara otodidak melalui buku-buku yang selalu dibelikan oleh orangtuanya setiap hari. Juga dari berbagai buku yang dibelinya sendiri dan temannya. Puisi-puisinya termuat dalam beberapa antologi bersama melalui Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dibawah asuhan penulis dan sastrawan ternama Indonesia Rg Bagus Warsono. Rg Bagus Warsono merupakan salah satu tokoh kunci yang selalu memberi berbagai tips dan motivasi padanya dalam dunia sastra.
5.Agoes Andika, Ask. Lahir di Br. Baleagung Singaraja Bali, 5 maret 1963, anak sulung dari tiga bersaudara. Menulis puisi sejak di bangku SLTP dan berlanjut saat menetap di Mataram tahun 1981, dibimbing oleh Putu Arya Tirtawirya dan Umbu Landu Paranggi. Tahun 1987 pernah diundang membaca puisi di TIM Jakarta bersama penyair tanah air lainnya. Sejak 2017 menetap di Singaraja Bali.
6.Agus Budi Wahyudi, adalah penyair asal Pati Jawa Tengah. Namanya. Namanya tercatat dalam antologi Bersama di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
7.Agustri Kurniawan, adalah penyair asal Padang Sumatra Barat. Namanya tercatat dalam antologi Bersama di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
8.Ahmad Zainuddin Ujung lahir di Desa Pasi , Kecamatan Berampu , Kabupaten Dairi, 21 Maret 1989. Pendidikan dasarnya di tempuh di SDN No 033911 Belang Malum, jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di selesaikan di SMP N 3 Sidikalang , jenjang sekolah menengah atas ( SMA) di selesaikan di SMA N 2 Sidikalang , Kabupaten Dairi. Gelar sarjananya di peroleh dari Universitas Negeri Medan ( Unimed) pada tahun 2012 dengan menyandang gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pada tahun 2013 penulis terpilih menjadi salah satu guru daerah terpencil dalam program SM3T penempatan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.
Pada tahun 2014 penulis kembali ke tanah kelahirannya dan menjadi tenaga pendidik di SDN No 030277 Teladan Sidikalang pada tahun 2016. Sekarang penulis aktif mengajar di SDN No 036562 Ponjian. Penulis aktif mengikuti kelas belajar puisi dan mengikuti beberapa event lomba puisi dan telah menghasilkan beberapa karya . Saat ini penulis juga sedang menyelesaikan cerita bersambung dalam bahasa daerah Pakpak dengan tema pendidikan berjudul Mersikkola Tikan Arnia ( sekolah pada zaman dulu). Penulis sudah menetaskan satu buah buku puisi tunggal yang berjudul “SANG PENEROKA DI NEGERI ANDALAS “ dan beberapa buah buku antologi . Penulis juga aktif di kegiatan kegiatan olah raga dengan tercatat sebagai anggota ISORI Kabupaten Dairi.Di samping itu penulis juga aktif di kegiatan literasi,bersama dengan rekan –rekan lintas profesi penulis mendirikan rumah baca literasi.
9.Amiruddin Hasan atau dikenal dengan nama pena Amir Hasan Siraya lahir di Lambepada, 26 April 1986, tepatnya di Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat. Seorang pengajar Bahasa inggris di SMP Negeri Limboro, MA DDI Tinambung dan MTS PPM Al-Ikhlash. Puisinya-puisinya pernah dimuat di harian “Fajar” Makassar serta di tabloid bulanan “Sandeq Pos”. Serta puisi-puisinya sudah tergabung dalam beberapa buku antologi bersama nasional “Di Ambang Batas Negeriku”, “Antologi Puisi T di komunitas Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia”, antologi puisi “Berpura-Pura Dengan Keadaan” dan “Pujangga Facebook Indonesia”.. Kini dia tinggal bersama dengan istrinya bernama Kartini dan seorang putranya bernama Sultan Al-Fatih, tepatnya di Lingk. Salewang Kel. Sirindu Kec. Pamboang Kab. Majene Prov.Sulawesi Barat.
10.Aliyah Machmud Achmad, Lahir di Indramayu,18 April 1967.Hobi membaca puisi.Pengalaman menulis puisi bergabung dalam Antologi Guruku Inspirasiku,dan Hidup Berdamai dengan Corona,dalam SERI AKSI SWADAYA MENULISDARI RUMAH.Penerbit KKK (Kosa Kata Kita),juga bergabung dalam Antologi Rasa Karsa Manusia.Penerbit CV.Catur Media Gemilang (CMG). Membimbing siswa di SMP NEGERI 1 KARANGAMPEL Berdomisili di Kabupaten Indramayu,tepatnya di Desa Karangampel Kidul. Blok Lagis .Kecamatan Karangampel.
13.Arnita lahir 15 juli di Bandung kecintaannya pada dunia literasi telah melahirkan karya dan tulisannya telah tergabung di beberapa antologi puisi, cerpen, esai, pentigraf, fiksimini, quote.
14.Arya Setra, Jakarta, 11-01-2022 CAT :- Hasil Jelajah Sulawesi Selatan pada tahun 2016- Ne basso/Pong Tiku/Untaloi Tiku Tondok hidup padamasa 1846-1907, sebagai Raja Baruppu, Pangalamenggantikan ayahnya yang wafat.- Terlibat dalam perang kopi I dan II, dari serangankerajaan-kerajaan sekitar ( Luwu dan Bone) yang akanmerebut ladang kopi di wilayahnya. Karena kopiToraja saat itu menjadi primadona sampai ke negrisebrang yang akhirnya mengundang Belanda untukmenjajah Sulawesi Selatan.
15.Asro al Murthawy. Lahir Temanggung, pada tanggal 6 November 1969. Adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Merangin dan Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jambi. Karya-karyanya terhimpun dalam Syahadat Senggama (k.puisi, Imaji 2017) Equabilibrium Retak (Imaji 2007), Lagu Bocah Kubu (puisi, Imaj tanpa tahun), Kunun Kuda Lumping (k.Cerpen, Imaji-Rumah Kreatis Merangin, 2016) dan Lenting Basmalah (k.puisi, FAM Publishing 2020) serta berbagai antologi bersama sastrawan Indonesia lainnya. Karyanya yang lain: Pangeran Sutan Galumat (2017), Pengedum Si Anak Rimba (2018), Mengenal Lima Sastrawan Jambi (2018), Katan dan Jubah Sang Raja Hutan (2019) Bujang Peniduk (2019) dan Ujung Tanjung Muara Masumai (2019) diterbitkan oleh Kantor Bahasa Jambi sebagai Pemenang Sayembara.. Hadir dalam Temu Sastra Indonesia I (2008), Pertemuan Penyair Nusantara VI (2012) Jambi, MUNSI II (2017) Jakarta, Pertemuan Penyair Asia Tenggara (2018) Padang Panjang,dan Borobudur Writter And Cultural Festival (BWCF) (2019)
16.Arie Png Adadua adalah nama pena dari Syaiful B. Harun. Lahir di Palembang, 16-06-1967 yang kini berdomisili di Palembang. Berprofesi sebagai salah seorang guru di Ma'had Al Islamiy Aqulu-el Muqoffa. Semasa kuliah telah tertarik pada puisi, terlebih sejak menjuarai "Lomba Cipta Puisi Provinsi Bengkulu", dalam rangka mem-peringati Penyair Chairil Anwar pada tahun 1995.
Buku yang pernah diterbitkan berupa kumpulan puisi tunggal Nyanyian Cerita Fajar (Palembang, 2004), buku teks Apresiasi dan Menulis Puisi (Palembang, 2018), dan 12 Ayat Pilihan (Editor; Palembang, 2019), 11 Ayat Pilihan (Editor; Palembang, 2020), dan Antologi Cerpen Santri Kelas 6 Tahun 1442 H (Editor; Palembang, 2021).
Arie Png Adadua mencatatkan puisinya pada beberapa buku antologi puisi, yaitu "Gerhana" Memperingati Peristiwa Gerhana Matahari Total di Sebagian Wilayah Indonesia - Rabu, 9 Maret 2016 (2016), Celoteh di Bawah Bendera (2018), Nyanyian Sang Bayu (2018), Segenggam Kenangan Masa Lalu (2018), Marhaban ya Ramadhan (2018), Lumbung Puisi VI, Indonesia Lucu (2018), Rembulan Bermata Intan (2018), Musafir Ilmu (2018), Kata Mutiara Pendidikan (2018), Sedekah Puisi (2018), Antologi Puisi Tulisan Tangan – Satria Piningit (2018), Puisi Mblekethek (Yogyakarata, 2018), Antologi Puisi Enam Penyair Grup Asal Suka Menulis Dari Malam Sunyi Sampai Aku Sudah Tiada (Editor; 2019), Antologi Puisi Sepuluh Penyair Grup Asal Suka Menulis Tentang Hujan, Kita, dan Pulang (Editor; 2020), dan Sajak Berkait (Editor; 2021).
17.Atek Muslik Hati, penyair ini tinggal di Ambon. Namanya tercatat dalam antologi Bersama di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
18.Ayu Siti, Mantan buruh, kini menjadi guru. Adalah Ayu Siti, sebenanya bernama asli Siti Rahayu. Lahir di kota kecil Pelaihari, Desa Panggung kampung kelahirannya. Mengabdi di sebuah sekolah menengah pertama, sejak 16 tahun silam. Mencintai puisi, dan begitu menyukai sastra.
19.Bambang Widiatmoko, penyair kelahiran Yogyakarta. Kumpulan puisinya al. Mubeng Beteng (2020); Kirab (2021). Sajaknya tergabung dalam puluhan antologi bersama al. Kartini Menurut Saya (2021}; Jazirah Delapan (2021); Kebaya Bordir untuk Umayah (2021); Khatulistiwa (2021); Mata Air – Air Mata (2021); Manuskrip Bintoro (2021). Ikut menulis di buku Nyanyi Sunyi Tradisi Lisan (ATL, 2021); Esai dan Kritik Sastra NTT (KKK, 2021); Mencecap Tanda Mendedah Makna (FIB UI, 2021); Sastra, Pariwisata, Lokalitas (HISKI Bali, 2021); Antologi Kritik Sastra dan Esai (KKK. 2021). Dia salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia (HPI).
20.Barokah Nawawi, pensiunan PT Telkom yang telah menulis sejak remaja di berbagai media massa antara lain Jawa Pos, Suara Merdeka, Berita Yudha dan Suara Karya.
Telah menerbitkan antologi puisi tunggal Bunga bunga Semak, diterbitkan Pustaka Haikuku 2017.
Antologi haiku tunggal Serampai haiku Pancaran Hati, diterbitkan Pustaka Haikuku 2019.
Domisili terakhir di Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.
21.Bi Yang Lana seorang ibu rumah tangga penikmat sastra, penulis buku puisi antologi tunggal 'SOROH DOYONG' ini
lahir dan berdomisili di Arahan kidul kecamatan Arahan kabupaten Indramayu.
Karya terakhir
puisi T buku antologi bersama (2021)
Buku antologi puisi bersama Perempuan-Perempuan Tanpa Topeng(2021).
23.Christya Dewi Eka, lahir di Jakarta, besar di Bekasi, dan kini berdomisili di Semarang bersama 7 buah hatinya. Lulusan Fakultas Sastra Indonesia Undip Semarang tahun 2003. Beberapa karyanya dimuat di antaranya dalam antologi Amor en Navidad (Sasami Asih, 2022), Manuskrip Bintoro (Kepul, 2022), Khatulistiwa (Dari Negeri Poci XI, 2021), Kami yang Lupa (Tadarus Puisi V, Lumbung Puisi, 2021), Poiesis 1 (Poiesis Community and Circle, 2021), media Harian Nusa Bali (2021), Radar Pekalongan (2021), Maarif NU Jateng (2021)
24.Denon Yuliwati nama yang aku miliki mengajar di SMPN 1 Karangampel Indramayu. Selain mengajar menyalurkan hobi yang sedang dikembangkan yaitu menguntai kata menjadi kalimat indah nan bermakna.
25.Denting Kemuning lahir di kota Surabaya dan sekarang berdomisili di kota kelahirannya.
Karyanya dapat ditemui dalam buku antologi bersama. Antara lain: Puisi Menolak korupsi jilid 6 dan 8, Puisi Dukotu, Puisi Dua Bait Kata Kita, Puisi T, Puisi Ujung Tahun, Puisi Jakarta dan Betawi, Puisi Kalam PDB, Hari Hari Huru Hara, Puisi untuk cak Gir dll.
27.El-Amirin adalah nama pena Hendri Abu Afrin Brilliant El-Amirin.
Anak ke-4 dari delapan bersaudara ini lahir di Sumenep 09 Juli 1986. Lulus di SDN Angon-Angon I, Mts. YPPMI Kalikatak dan STIKA Al-Hidayah Arjasa.
Saat ini tinggal di Dusun Bugis Desa Pajangger Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep.
29.Ence Sumirat lahir di Cianjur, 29 November 1971. Puisinya, terkumpul dalam berbagai antologi bersama. Kini menetap di Perum. Kota Baru Cianjur.
30.Fahmi Wahid, lahir di Barabai, 3 Agustus 1964. Antologi puisi tunggalnya a.l: Suara Orang Pedalaman (2016), Perjalanan Debu (2018), Tandik Meratus (2019), Tanah Perindu (2020), Rista Kabak Burung di Tanah Banyu (2021). Dan sejumlah antologi bersama. Biografinya terdapat di Leksikon Penyair Kalimantan Selatan 1930-2020 (2020), Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017). Menerima Hadiah Seni (bidang sastra) Gubernur Kalimantan Selatan (2011). Tinggal di Paringin Selatan-Balangan, Kalimantan Selatan. Indonesia.
32.Gambuh R. Basedo adalah penyair yang saat ini tinggal dan menetap di Rembang, Jawa Tengah. Antologi tunggalnya adalah “Suluk Cinta Kawah Candradimuka” terbit di tahun 2020 9 Samudra Printing). Karya karyanya telah diterbitkan dalam antologi bersama, antara lain yaitu : menjadi salah satu "Penyair Jingga” (2012) “Kado Pernikahan”, (2010), “Dandani Luka Luka Tanah Air” (Antologi puisi Numera Malaysia - 2020), “C Antagonis” (Fakultas Penulis Kreatif dan Filem – Malaysia :2020), “Tribute Sapardi” (2020), “Antologi Para Pendaki” (2020), Broken Heart (2020), Pelangi Cinta (2020), Antologi Mengenang Najmi Adhani (2020), Romantika Cinta Dalam Aksara (2020), Bias Warna Hati ( Sastra Nusa Widhita - 2021), Gembok – (Lumbung Puisi Indonesia2021), Suara Dari Lembah Kata Kata (2021), Surat Untuk Ibu (2021), Anakku Buah Hatiku (2021), Jendela Cinta Literasi Anak Negeri (2021), Mengeja Susuhing Angin (2021), Srikandi (2021), dan lain lain, juga menulis di harian lokal BMRFox Kotamobagu, Semesta Seni (Tabloid bulanan Seni Satra –Jakarta)
Prestasi yang pernah dicapai dalam berkesenian adalah sebagai Duta tari Festifal Tari Surabaya, Jawa timur, tahun 2004, Dalang suluk, Penggagas dan pencipta “Wayang Lontar Ganyar” sejak tahun 2003 hingga sekarang. Penggagas “Ketoprak Cilik” (anak anak usia 10 – 13 tahun) sejak tahun 1990 hingga sekarang. Kegiatan sehari hari sebagai Penggiat Seni dan Perawat Kebudayaan Jawa juga pelaku Teater Mistis dan Interculturalisme ala Gambuh.
33.Gilang Teguh Pambudi, anak perkebunan dan orang radio yang seorang penyair (penulis). Tinggal di Kemayoran. Lahir di perkebunan kopi Curug Sewu, Kendal, Jawa Tengah, tetapi dari masa kanak-kanak domisili di perkebunan Sukabumi, Jawa Barat. Aktif menulis sejak duduk di bangku SMP, dimuat koran sejak kelas 1 SPGN. Puisi-puisi dan cerpennya termuat dalam berbagai buku antologi bersama selain antologi tunggal. Sebagai pembina komunitas seni banyak terlibat dalam berbagai kegiatan seni, termasuk Wisata Sastra Mingguan. Namanya termuat dalam buku Apa & Siapa Peyair Indonesia (YHPI). Beberapa buku antologi puisi tunggalnya adalah, Syair Wangi, Air Situ (Nokturno), Jakarta Dalam Karung, Tarian Gapura, Mendaki Langit, Zira, Orang Radio, Bumi Cintaku, dan Hari Kesaktian Kopi. Catatan harian puisinya terbit dalam buku, Dinding Puisi Indonesia.
34.Hafney Maulana, lahir di Sungai Luar, Kab. Indragiri Hilir, Riau. Karya puisinya telah dimuat diberbagai media massa daerah maupun nasional dan berbagai antologi antara lain: Antologi Puisi Penyair Abad 21 (Balai Pustaka, Jakarta 1996), Antologi Puisi Indonesia 1997 (KSI dan Angkasa Bandung, 1997), Amsal sebuah Patung (Yayasan Gunungan, Yogyakarta, 1997). Puisi-puisinya juga dimuat dalam Antologi Puisi Seri Sastra Tembi.net: Membaca Hujan di Bulan Purnama (2019) dan Mata Air Hujan di Bulan Purnama (2020), Para Penuai Makna (Dapur Sastra Jakarta, 2021), Seribu Tahun Lagi (Masyarakat Literasi Jember, 2021) dan puluhan antologi puisi lainnya.
Kumpulan Puisi tunggalnya terkumpul dalam: Ijab Kabul Pengantin ( 2012), 100 Sonian “Hujan Dini Hari” ( 2016), Nikah Hari (2016), “Memetik Cahaya” (2017), Izinkan Aku Menjelujur Kata (2020)
Menerima Anugerah Pemangku Seni Tradisional bidang Sastra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, tahun 2014. Pemenang Puisi Terbaik dalam Antologi 1000 Puisi Guru Asean, 2018. Sekarang menetap di Tembilahan, Riau sebagai Pengawas Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kab. Indragiri Hilir, Riau.
35.Hasani Hamzah lahir di Sumenep pada 16 Agustus 1974. Menulis puisi, cerpen dan lakon drama anak. Terlibat dalam beberapa antologi bersama. Karyanya masuk dalam buku Jejak Puisi Digital 100 Puisi Terpilih Lomba Cipta Puisi Grup Facebook Hari Puisi Indonesia 2021. Sosok berdarah Bajo campur Madura ini, selain aktif menulis juga menjadi pegiat litetasi dan budaya di kampung halamannya. Pada tahun 2018 diundang mewakili masyarakat suku Bajo menghadiri acara bertajuk Pelangi di Sumenep; Parade Suku Nusantara dan turut menandatangani Prasasti Merawat Kedamaian Lintas Suku di Sumenep. Menetap di pulau Sapeken dan sebagai Ketua Komunitas Literasi Anak Pulau.
36.Hendra Sukmawan, lahir dan tinggal di Cisewu - Garut yang merupakan penulis buku puisi Penyair Murtad, Air Mata Sunyi, dan Mendung di Langit Bandung.
37.Heru Patria, Adalah nama pena dari Heru Waluyo, seorang guru Sekolah Dasar di Kec. Wlingi Kab. Blitar Jawa Timur. Ia merupakan seorang novelis yang juga senang menulis cerpen dan puisi. Novel terbarunya berjudul Dalbo Basa Basi Bumi. Beberapa cerpen dan puisinya dimuat di berbagai media cetak dan online. Penulis yang beralamat di Bogangin RT.01 RW,06 Kel. Bajang Kec. Talun Kab. Blitar ini juga sebagai editor di IA Publisher serta anggota Dewan di Persatuan Penulis Muda dan Pemula Indonesia (PPMPI) di jejaring FB.
Di samping kesibukannya sebagai seorang pendidik, ia juga masih aktif mengunggah karya-karya puisinya di beberapa grup literasi yang ada medsos, utamanya adalah Facebook. Ia juga tercatat sebagai anggota aktif yang sering berbagi tips-tips menulis (cerpen dan novel) di grup literasi bermedia WA.
Ada pun bukunya yang telah terbit adalah: Di Bawah Ketiak Reformasi (Kumcer, 2013, Goresan Pena Publishing), Reformasi Setengah Hati (Kumcer, 2013, Goresan Pena Publishing), Pijar Lilin Di Tengah Hujan (Kumcer, 2013, Puput Happy Publishing), Rhapsody Rasa Sayang (Novel, 2013, Nada Pustaka), Cinta Keep Smile (Novel, 2014, Puput Happy Publishing), Kasih Ibu (Novel Anak, 2014, Panji Publishing), Dalam Belenggu Reformasi (Kumcer, 2015, Pena House Publishing), Suporter (Novel 2014, di penerbit Zettu), Lovaganza (Novel, 2015, Pena House Publishing), Indahnya Kebersamaan (kumcer anak, 2015, Pena House Publishing), Sisi Lain Tentang Cinta (novel, 2016, Pena House Agency), Bola Bujur Sangkar (novel, 2016, Nwbart Publishing), Facebook Love Story (novel, 2016, penerbit Boom), Read Up Comedy (kumcer, 2016, Nahima Press), Istana di Tepian Rel Kereta (novel, 2016, Inela Media), Untuk Sebuah Cinta yang Tertinggal di Kota Blitar (novel, 2017. AiraMedia), Blitar Sweet Memories (novel, 2017, Mazemedia Net), Kleptokrasi (kumcer, 2017, Ajrie Publisher), Opera Sebuah Rasa (kumcer, 2017, Ajrie Publisher), Jasad di Dasar Jembatan (novel, 2017, Penerbit Intishar), Berita dari Kolong Tol (kumpulan Puisi, 2017, Penerbit Intishar), Forever Yours (novel, 2017 di Chapster Eleven), Reuni Hati (novel, 2018, Swalova Publishing), Jiwa-Jiwa Teraniaya (novel, 2018, Guepedia), Kesumat Memenggal Mayat (novel, 2018, ZA Publisher), Mengejar Layang-Layang (novel anak, 2018, Penerbit Saio), Inspirasi Langit (novel, 2018, J Maestro), Cinta Rasa Kopi (novel duet, 2019, DivaPress), Jangan Mimpi Jadi Jokowi (novel, 2019 IA Publisher), Sitinggil Kembang Dukuh Kromasan (novel, 2020, A Dua Media Utama), Remaja Pewaris Surga (novel, 2020, Eksis Media), Mantra Penolak Corona (kumcer, 2020, IA Publisher), Senyawa Kopi Sekeping Hati (kumpulan puisi, 2021, IA Publisher), Antara Kau, Aku, dan Bekas Pacarmu (novel, 2021, SalamPedia), Dalbo Basa Basi Bumi (novel, 2021, Elexmed
38. I. Made Suantha ,Di tahun 2021, puisi-puisinya terhimpun dalam Antologi Gembok, Antologi Asu, Antologi T, Antologi Para Penuai Makna, Antilogi Situs & Artefak, Antologi Jakarta & Betawi, Antologi Seabad Taman Siswa, Tadarus Puisi Ramadan, Antologi Dwi Bahasa Indonesia-Bolivia, Antologi Negeri Poci Khatulistiwa, Lelaki di Lautan, 100 besar lomba cipta puisi HPI (20 nominasi puisi), Bleng Bong,Setyasastra Nagari 30 tahun Kesetiaan Sastra Indonesia oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
39.Iis Singgih , lahir di kota Malang 17 November 1986. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki hobi membaca, menulis dan berpuisi. Tergabung dalam komunitas Kepul dan Competer Indonesia. Saat ini sedang bergiat di kelas puisi Ruang Kata binaan penyair Demak Mohammad Iskandar.
40.Iwang nirwana Lahir di sebuah desa dengan balutan bukit di setiap sisinya.desa putih (siremeng)kami menyebutnya pada tanggal 5 mei 1986 dengan sebuah nama dwi nirwanto.
Sekolah dasar di SDN 3 Siremeng dan SLTP N 1 Pulosari.
Setelah selesai sekolah SMP melanjutkan di kota tetangga. Di SMK dinamika Tegal.dalam menulis aktif di sekolah semenjak smp dan mengirimkan karya di media radar tegal.beberapa antologi bersama di tulis pada beberapa tahun ini.
- 2019(batas nurani)omah umbu.
- 2021(antologi puisi asu,antologi puisi T,tadarus puisi V)lumbung puisi.
- 2021 (ditaman patih sampun)DKD pemalang
- puisi bersama 76 penyair indonesia dalam rangka Peringatan Bom Nagasaki-hiroshima
- zine antologi surat
- zine antologi novemberain
- zine antologi djanurwangi
Saat ini penulis aktif di komite sastra Dewan Kesenian Daerah Kab.Pemalang.dan bermimpi menerbitkan antologi bulanan yang di tulis 1hari 1 puisi setelah antologi Novemberain(bulan november 2021)dan djanurwangi(bulan januari 2022)
41.Kawe Shamudra. kelahiran Batang, 1 Oktober 1969. Gemar menulis cerpen puisi dan artikel sejak SLTA. Pernah terjun di bidang jurnalistik. Puisinya terhimpun dalam antologi Kidung Alas Roban 1, 2 dan 3 bersama penyair Batang. Puisi "Ziarah" masuk nominator dalam sayembara cipta puisi Seabad Bung Hatta. Kini tinggal di Batang, Jawa Tengah menjadi peladang dan sedang menyelesaikan buku kumpulan puisi "Longsi".
42,Khalid Alrasyid, Penikmat sastra yang tinggal di Desa Mojorejo-Kemlagi, Mojokerto
Penggagas Puisi Semaris, Executive Editor & Poetry Development Leader Homagi International
Karya-karyanya termaktub dalam: 76 Penyair Membaca Indonesia, 93 Penyair Membaca Ibu, Persetujuan Dengan Chairil, Antologi Puisi Asu, Antologi T, Antologi Neng Ning Nung Nang, Kebaya Bordir Untuk Umayah, Analekta Sajak Risalah Ikrar, Narasi Bait Waktu, Dari Panca Laku Hingga Webinar (Esai), Puisi Menolak Korupsi 8, Nama-Nama yang Dipahat di Batu Karang (Pentigraf), dll .
43.M. Abdul Roziq, penulis berdarah Samin, kelahiran Bumi Khayangan Api Bojonegoro (16 KM dari Kota Minyak Cepu). Bukunya: TRASTRO Tragedi Stroberi 2021, di samping itu karya-karyanya juga dimuat di beberapa surat kabar.
45.Meinar Safari Yani (Assa Kartika),kelahiran Klaten,31 Mei 1967 .Menulis puisi sejak duduk di bangku SMP Negeri I Pedan ,Klaten ( di muat di majalah MOP ) .saat ini berdomisili di Balikpapan sebagai guru SMA Kartika V-I Balikpapan Kalimantan Timur . puisi berjudul Potret I dan II di muat di koran Manuntung ( sekarang bernama Kaltim Pos) beberapa kali menjadi guru pendamping lomba cipta puisi siswa FLS2N tingkat Kota dan Propinsi.
Pendamping lomba cipta baca puisi SD Kartika tingkat Nasional . beberapa karya puisinya di bacakan untuk acara LDK siswa baru di bawah naungan Yayasan Kartika Jaya Cabang V Daerah Mulawarman..Ikut serta dalam Antologi Puisi garapan Lumbung Puisi .Prestasi di bulan Desember 2021 ,sebagai juara 3 lomba cipta dan baca puisi guru tgk TK , SD, SMP ,SMA se Balikpapan garapan DKB ( Dewan Kesenian Balikpapan).
46.Merawati May, lahir di Mukomuko, 12 Mei 1978. Kumpulan puisinya Perjalananku ( 2016 ); Nasihat Ibu ( 2021 ) dan beberapa antologi bersama Al di berbagai macam grup, aktif dalam penulisan di KBM, Google. Pernah menjadi penulis terbaik di grup Pemuisi Malaysia (2021) pemenang lomba kamut antar grup Facebook (2020), pemenang lomba puisi juara 1 antar 25 grup Facebook dengan tema “ Mati Suri” ( 2020 ) tulisanku juga pernah masuk majalah Kartini tentang pemberdayaan perempuan ( 2015 ) dan pemenang puisi hari batik di Surakarta ( 2018 ) dan pemenang baca puisi di hari ayah yang diadakan oleh Peran Perempuan Indonesia provinsi Bengkulu ( 2021 )
47.Mimi Marvill, perempuan kelahiran Temanggung, 10 Desember. Baginya, menulis adalah sebuah sarana untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan. Tulisannya tersebar di Facebook, Youtube, beberapa di Instagram dan di sembilan antologi bersama. Tiga di antaranya yang terbit di tahun 2020 adalah Berbisik Pada Dunia, Sampah dan Jazirah Lima. Pernah menulis antologi tunggal dengan menggunakan nama lain.
48.Moh Jumadi, S.Pd, biasa dipanggil Mas Jumadi. Saat ini mengajar di SDN 2 Kuripan. Dia tinggal di Jetis Utara RT 10 RW 16 Purwodadi Grobogan Jawa Tengah. Prestasi yang pernah diraih adalah juara 1 lomba menulis puisi tingkat nasional yang diadakan oleh Komunitas Penyair Seluruh Indonesia (KOPSI) tahun 2019. Juara 1 lomba menulis puisi tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh penerbit Cahaya Pelangi Media (CPM) tahun 2020. Juara 2 penulis buku terbanyak se kabupaten Grobogan tahun 2020.
Dia menulis puluhan karya yang dibukukan. baik secara nubar maupun mandiri. Buku pertama yang dibuat berjudul Jejak Pelangi di Hatimu penerbit Media Guru Th 2019. Buku terakhirnya berjudul Perempuan-Perempuan di Bawah Tangan penerbit Prabu 21 Th 2021. Dia sangat aktif di facebook dan instagram dengan menggunakan nama Mas Jumadi.
49.Mohammad Saroni, lahir di Mojokerto, Jawa Timur pada tahun 1965. .Alumni IKIP Surabaya Jurusan Teknik Mesin Produksi, aktif menulis buku pengetahuan pendidikan. Waktu kuliah aktif dalam kegiatan Teater Institut (TI) kampus IKIP Ketintang Surabaya. Pendidikan Dasar dan Menengah dijalani di SD Gembongan, SMPN 2 Kota Mojokerto, dan SMA Bhakti Terusan Gedeg Mojokerto. Saat ini mengabdikan diri sebagai Pendidik di SMK Swasta Brawijaya di Kota Mojokerto. Rekaman karya Mbelingnya Aku (Buku Puisi Tunggal), Prahara di Negeri Dongeng (Buku Puisi Tunggal), Malam Hening Malam Bening (Buku Puisi Tunggal), Peneroka (Antologi Puisi), Tentang Sebuh Buku dan Rahasia Ilmu (Antologi Puisi), A Skyful of Rain ( Banjarbaru’s Rainy Day 2018), When The Days were Raining (Banjarbaru’s Rainy Day), Antara Bintang dan Bulan, Berbisik pada Dunia.
50. Muhammad Lefand, lahir di Jember , lahir dari pasangan suami istri Padatun-Munipa di Sumenep Madura pada tanggal 22 Februari 1989 dengan nama Muhammad. Mengenyam pendidikan dasar di SDN Serabarat I, pendidikan menengah di MTs danMA An-Nawari Seratengah Bluto Sumenep, dan pendidikan tinggi di Universitas Islam Jember. Salah satu pendiri dan pegiat Forum Sastra Pendhalungan Jember, pendiri dan pegiat Forum Sastra Jember, pegiat Forum Sastra Timur Jawa dan Malam Puisi Jember. Sering mengikuti
pertemuan sastra baik tingkat nasional maupun Internasional. Antologi puisi tunggalnya “Satu Kaca Dua Musim”(Pena House: 2014). “Jangan Panggil
Aku Penyair” (Ganding Pustaka: 2015) Revolusi Mental dan Estetika (CV Erzatama: 2015).
“Khotbah Reungan Tak Utuh Jarak dan Jagung” (Pena House: 2016). Kronologi Imaji
(FAM Publishing: 2017). Sakmasek: dari Madura dari Indonesia persembahan untuk Dunia (Sukarno press: 2018). Penyair dan Orang-orang Kecil (FAM Publishing: 2019)
51Muharni Setia Putri, S.Pd., biasa dipanggil Muharni/Putri. Lahir di Bandung, 10 November 1982. Lulusan Pendidikan Matematika UPI. Sekarang mengajar matematika di SMP Negeri 1 Karangampel dan bertempat tinggal di Karangampel Kab. Indramayu. Menyukai menyanyi, membaca dan menulis.
52.Mukti, adalah seorang penyair dan seniman asal Malang. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
53. Naim Emel Prahana, lahir pada 13 Desember 1958 tinggal di Lebong Selatan. Memasuki S-1 jurusan Kriminologi FH UII Yogjakarta, tinggal di kota Metro Lampung. Kegiatan lain yang diikuti baca puisi, Kongres Cerpen di Bali, Penyair Indonesia 1997 di TIM—DKJ Jakarta, duta budaya daerah Lampung Tengah ke berbagai daerah di Indonesia dan lainnya. Dan, karya-karya puisi sering dibacakan di radio Koln, Jerman. Karya-karya puisi yang sudah dihimpun dan dibukukan (diterbitkan) antara lain; Sajak Kaca (1984, bersama empat penyair muda Yogyakarta), Kasih Tuan (Yogyakarta, 1985), Kembang Malam Kembang Kelam (Metro, 1986), Poros (Metro, 1986), Puisi Indonesia (DKJ-TIM Jakarta1987), Bruckkenschlag (Koln Jerman, 1988, diterbitkan dalam bahasa Jerman), Solidaritas (1991, bersama penyair Lampung), Puisi Selatan (1992, bersama penyair Sumatera Bagian Selatan), Nuansa Hijau (Bogor, 1995), Sagang (Pekanbaru, Riau 1994),
Dari Negri Poci 3 (Cirebon), Buku Cerita Rakyat Lampung (jilid 1, 2 dan 3 Grasindo-Kompas Jakarta, 1988), Buku Cerita Rakyat Bengkulu (jilid 2 dan 3, Grasindo-Kompas Jakarta, 1988)
54,Nanik Utarini adalah seorang guru di salah satu SMA N yang ada di Kabupaten Merangin. Ia aktif dibeberapa kelompok literisi. Ia mengikuti beberapa antologi bersama diantaranya adalah: Tadarus Puisi V, Puisi T yang diselenggarakan oleh Lumbung Puisi, serta antologi lainnya. Ia juga telah menyelesaikan buku puisi Solo yang berjudul Untaian Remah-remah Kata. Baginya menulis adalah suatu proses membersamai peradaban. Jejaknya dapat dilihat di fb @Airin IG@Iniratukinan KBM@Iniratukinan_Indie Literary Club
55.Ngadi Nugroho dia lahir di semarang 28 juni 1978. Lulusan sarjana teknologi pertanian yang hobinya nulis sajak. Sajak/puisinya selama ini tayang di group facebook AP-Antologi Puisi
group Poiesis Community & Circle
group Laman Puisi Penyair Indonesia
dengan nama pena Dimaz Nunug
Masuk dalam Buku Antologi Puisi Pujangga Facebook Indonesia
56.Nurhayati, lahir di kota dingin Wonosobo, pada hari ke 22 bulan Oktober 1971, seorang ibu rumah tangga biasa, hoby membaca, sesekali menuangkan rasa lewat tulisan, telah terlibat dalam penulisan antologi bersama puisi juga cerpen sebanyak 19 buku, dari tahun 95 sampai dengan sekarang stay di BEKASI, untuk mengenal lebih jauh Nurhayati ada di FB dengan akun senama dengan namanya.
57.Oka Miharzha.S adalah nama pena dari Drs Abdulkarim MM dia berdomisili di kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan beralamat : Jl Nusa Indah RT 09/ RW II No 8 Desa Panggung Kecamatan Pelaihari Kode Pos 70815 Kabupaten Tanah Laut Prov Kalimantan Selatan
58.Prawiro Sudirjo,, Penulis lahir di Cirebon tahun 1978. Aktif sebagai ketua Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya (KPPBR) dan ketua Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB). Buku yang pernah ditulis, Kumpulan Puisi Jalan Hidup dan Cinta (2018). Karyanya dimuat dalam antologi puisi :Jakarta dan Betawi (2021), PMK 8 (2021). Antologi Puisi T –Lumbung Puisi (2021),
59.R.Boedi Budiman, R. Budiman, biasa di panggil Budi. Aku berasal dari Garut, usiaku kini 41 tahun. Seorang ayah dari tiga orang anak, satu putri dua putra. Aku seorang Juru Parkir yang masih belajar menulis. Menitipkan mimpi dan harapan seperti mobil dan motor yang terparkir. Menjaga tabrakan dan kehilangan. Satu buku antopologi puisi yang baru bisa di banggakan, meskipun bukan pribadi masih bersifat bersama-sama. Tapi masih memiliki kesempatan sampai nanti, berharap bisa terus berkarya. Terima kasih.
60.Rasif Arisa, yang biasa dipanggil Rasyid lahir di Pulau Kecil, 10 Januari 1980 (RIAU) adalah penyair yang tinggal di Kota Jambi, S1 Fakultas Sastra dan Kebudayaan Islam (UIN STS Jambi 2007), S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Universitas Jambi I 2020). Namanya tercatat di lumbung puisi dalam Antologi Nasional sampah 2020, Antologi Nasional gembok 2021, Antologi Nasional ASU 2021. Antologi Nasional Tadarus Puisi 2021.
61.Rg Bagus Warsono, adalah seorang penyair dan kurator sastra di Pusat Dokumentasi Sastra Modern Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia. Tinggal di Indramayu.
62.Riami, Mengajar di SMPN 2 Pakisaji. Tinggal di Malang. Bergiat di Kepul (Kelas Puisi Alit), di COMPETER, Asqa Imagination Shool (AIS). Menulis beberapa buku antara lain "Sajak Biru." Menulis di Kompasiana.
63.Rissa Churria, biasa dipanggil Ummi Rissa adalah penyair yang saat ini tinggal dan menetap di Bekasi, Jawa Barat. Karyanya diterbitkan dalam buku kumpulan puisi tunggal, yaitu : “Harum Haramain” (2016), “Perempuan Wetan” (2017), “Blakasuta Liku Luka Perang Saudara”(2019), “Matahari Senja di Bumi Osing” (2020). Puisi Rissa juga dimuat di berbagai media cetak, antara lain : Jawa Pos, Radar Banyuwangi, Radar Bekasi, BMR Fox. Kotamobagu,Pemuisi Malaysia, dll. Mengikuti antologi Bersama : Jazirah 1, 2, 3,4, dan 5 Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (2018-2020), Festival Lembah Ijen (2017), Negeri Poci (2018 -2020), Alumni Munsi (2020), Banjar Baru Festival ; Rainy day (2020), ), Bias Warna Hati ( Sastra Nusa Widhita - 2021), Gembok – (Lumbung Puisi Indonesia 2021), Suara Dari Lembah Kata Kata (2021), Di Haribaan Puisi- 10 Penyair Berkiprah (2021), Antologi Hari Puisi Dunia (2021), Parsel (2021), Surat Untuk Ibu (2021), Anakku Buah Hatiku (2021).dll. Aktif di Komunitas Jagat Sastra Miledia (JSM), Istana Puisi, dan aktif mengikuti berbagai Festival sastra Women of Words Poetry Slam Ubud Writers and Readers Festival (2017 dan 2019), Pertemuan Penyair Nusantara di Singapura (2017), Pertemuan Penyair dan Akademisi di Universitas Sultan Azlan Syah Negeri Perak (2017), Penyair Nusantara di Malaysia (2018), Pertemuan Penyair Ziarah Karyawan Nusantara di Jandabaik-Malaysia (2019),
64.Rosmita.S.Pd, Lahir di Provinsi Nangroe Aceh 20 April, menetap di Jambi. Alumni UNJA 2005
Alumni UT Jambi selesai 2010. Bekerja sebagai Kepala Sekolah , di salah satu sekolah yang berada
di lingkungan Kabupaten Muaro Jambi. Hingga sekarang masih aktif bekarya. Penulis berharap,tulisannya mendapatkan tempat di hati pembaca
65.S. Ratman Suras, lahir pada 8 Oktober 1965, di Cilacap, Jawa-Tengah. Belajar menulis puisi secara otodidak. Gugur Gunung (1996) Suluk Sunyi (2015) Antologi puisi tunggalnya. Sedangkan antologi bersama, antara lain. Tanah Pilih (2008) Julang (2012) Kunanti Di Kampar Kiri (2018) Jazirah Lima (2020) Rantau (2020) Tembang Puisi Jumari (2021) Puisi Menolak Korupsi 8 (2021). Kini tinggal di JDesa Tanjung Anom, Deliserdang, Sumatera-Utara.
66.Sami’an Adib, lahir di Bangkalan tanggal 15 Agustus 1971. Sarjana Sastra dari Universitas Negeri Jember (Unej). Tulisan-tulisannya berupa opini, cerpen, dan puisi tersebar di berbagai media cetak dan on line. Antologi puisi bersama antara lain: Timur Jawa: Balada Tanah Takat (Balai Bahasa Jawa Timur-Forum Sastra Timur Jawa, 2017), Kepada Toean Dekker (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, 2018), Sang Acarya (2021), Gembok (2021), Narasi Bait Waktu (2021), Khatulistiwa (2021), dan lain-lain. Aktivitas sekarang selain sebagai tenaga pendidik di sebuah Madrasah di Jember juga bergiat di Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI)
67. Sang Bayang; Pelaku seni yang juga aktif menulis puisi. Kini tinggal menetap di Ngrambe - Ngawi. Karya; Beberapa Antologi tunggal dan beberpa antologi bersama para Penyair lainnya.
68.Silivester Kiik, lahir di Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka, 14 September 1987. Karya antara lain: “Amor (2020); DEBU dan Sebuah Pesan yang Belum Sempat Terbaca Oleh Rembulan (2020); Menabur Matahari (2020). Puisinya mengisi antologi bersama nasional dan regional diantaranya: “Sepotong Hati yang Terluka (2018); Tetes Embun Masa Lalu (2018); Seutas Memori dalam Aksara (2018); Warna-Warni Aksara (Jilid II) (2018); Laki-Laki Perkasa yang Tak Pernah Menangis (2018); Diam yang Bersuara (2018); Prelude (2019); Romantisme Perahu Kertas (2019); Montase Kenangan (2019); Berapi (2019), Pucuk-Pucuk Harapan (2019); Bercengkerama di Musim Rindu (2019); Topeng Jiwa (2019); Sepasang Tangan yang Terpasung (2019); Sajak-Sajak Penaku dan yang Bersemayam dalam Diri (2019); Segelintir Kesucian (2019); Selamat Datang Mas Nadiem: Gagasan Literasi Maju untuk Menteri Baru) (2019); Menyalibkan Cemburu (2020); Hidup Itu Puisi dan Sajak-Sajak yang Terlempar di Tengah Kampung (2020); Rumah Sebuah Buku (2020); Seribu Suara Warna-Puisi Pendidikan dan Literasi Media Guru-Gurusiana (2020); Corona-Penyair Indonesia Mencatat Peristiwa Negeri-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia VIII (2020); Tadarus Puisi IV-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2020); Sampah-Puisi Penyair Indonesia (2020); Seruling Sunyi untuk Mama Bumi (2020); Gembok- Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX- Penyair Indonesia (2021); Antologi Puisi Nasional “ASU”- Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX- Penyair Indonesia (2021); dan lainnya. Saat ini tinggal di Kota Perbatasan RI-RDTL (Atambua-Belu-NTT).
69.Siti Ratna Sari, lahir Tanggal 13 Oktober 1978 di Gunung Tabur sebuah wilayah yang dulunya jadi pusat kerajaan pertama di Kabupaten Berau. menempuh Pendidikan dari SD hingga SMA di Kecamatan Tanjung Redeb, menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Menyukai menulis puisi, sekarang, mengabdi sebagai tenaga pendidik di SMPN 3 Tanjung Redeb sejak 2019 sampai sekarang.
70.Slamet Suryadi terlahir 58 tahun yang lalu di Indramayu Jawa Barat. Sejak SD hingga sekarang menyukai puisi. Profesi saat ini sebagai PNS/ASN sebagai Guru IPA di SMPN 1 Karangampel. Sejak kuliah di UNPAS Bandung tahun 1982 aktif di sanggar Olah Seni Ligar Sari Bandung dan nimbrung di Grup Apresiasi Sastra (GAS). Karya-karyanya berupa puisi dimuat di Komunitas Penulis Sastra Indonesia (KOPSI) dan pernah menjadi juara di event penulisan puisi nasional
71.Sri Sunarti, Lahir di Indramayu, 24 Mei 1965 dan tinggal di Indramayu. Alumni Pascasarjana UPI Bandung Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kab, Indramayu, Jawa Barat. Peserta Musyawarah Nasional Sastra Indonesia/ Munsi III 2020, Badan Bahasa Kemdikbud. Pegiat Literasi aktif di Komunitas Literasi Indramayu (KoLiDer) Karya-karyanya dimuat di media cetak lokal dan nasional. Buku Kumpulan puisi tunggalnya yaitu.; Buku Di Pelataran Senja Pengantar Soni Farid Maulana (Guneman, Bandung,ISBN,2019). Karya-karya lainnya beserta penulis lain sebanyak 44 buku antologi puisi, cerpen, pantun, pentigraf, dan karya ilmiah, di antaranya ; Khatulistiwa , Antologi Puisi (Jakarta, KKK,ISBN ,2021), Soneta Dua Negara Indonesia-.Malaysia, (Jakarta, KKK, ISBN, 2021). Penulis tinggal di Simpang Lima Regency D/A Rt37 Rw13Malaysia K Memajamkan Sastra Indonesia , Kumpulan Esai Munsi III (Bandung, CV Siliwangi Berkah Abadi , 2021.
72.Sugeng Joko Utomo (Suju) kelahiran Gombong Kebumen. Saat ini tinggal di Tasikmalaya, menjadi guru mapel Biologi di SMA Islam Bina Insani Mandiri Bantarkalong dan guru mapel Fisika, Kimia di SMK Riyadul Ulum Cisempur.
73.Sukma Putra Permana lahir di Jakarta pada tahun 1971. Giat berproses kreatif sebagai Editor Buku dan Penulis Puisi di Komunitas Belajar Menulis, Yogyakarta. Buku puisi tunggalnya: Sebuah Pertanyaan Tentang Jiwa Yang Terluka (2015) dan Dia Yang Terjatuh Di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya Patah (2021).
74.Suyitno Ethex Lahir dan dibesarkan di telatah Mojopahit (Mojokerto), karyanya berupa pusi, cerpen dan esai sudah dimuat di beberapa media massa, antara lain di Suara Karya, Republika, Sastra Sumbar, Media Indonesia dan lain-lain. Puisi-puisinya terkumpul dalam beberapa antologi puisi, antara lain di Temu Sastrawan di Medan, Temu Sastrawan di Kediri. Temu Sastrawan di Malaysia, Dari Sragen Memnadang Indonesia (2012), Malsasa (2013), Poetry2 Flows Into The Sink Into The Getter (2013), Puisi Menolak Korupsi (Jilid, I, II, IV, V), Memo Presiden (2015), Temanten Langgit (2015), Tifa Nusantara (2014 dan 2015), Solo Dalam Puisi (2014), Lumbung Puisi (2015) dan lain-lain. Juga dalam Antologi “Bersetubuh Dengan Waktu” 2014 dan “Dari Cinta Ke Negara” 2015.
75.Syahryan Khamary, lahir di Sirongo, Tidore 11 Nopember 1977, Kedua orang tuanya (Muhammad KH & Maya Ms) adalah petani yang serba kekurangan, namun mereka berupaya untuk memberikan pendidikan yang cukup untuknya dan kelima saudaranya. Saat ini ia masih tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Terbuka.
Dunia Sastra bukan dunia yang baru, Syahryan aktif menulis di Acara Serambi Sastra dan Mari Berpantun di RRI Ternate sejak tahun 1992-1997, Acara sastra & Lagu RRI Gorontalo tahun 1995-1997, Puisi dan Lagu RSPD Kab.Halmahera Tengah tahun 1996-1997, Sastra muda Indonesia RRI Jakarta tahun 1996, dan Suara Jerman DW tahun 1998.
Selain menulis, syahryan juga menggerakkan kehidupan Sastra di kota Tidore Kepulauan dengan menggelar bebagai kegiatan seperti, Teater Anak, Antri Tapi Baca (ATM), dialog sastra, dll.
Di Organisasi sastra, ia turut mendirikan Dewan Kesenian Tidore, Dewan sastra Tidore, Armada Pena Tidore, dll.
Menjadi Juri cerita anak sejak tahun 2009, Juri lomba Membaca puisi, Juri tarian, juri kegiatan Senni & Budaya di Kota Tidore Kepulauan.
Syahryan juga terjun ke dunia Jurnalistik sejak tahun 1999-2018. Jurnalis Koran Surya Pagi Jakarta, Pemred Tabloid Kabata Tidore, Pemred Parlementaria, dan Pemred Tabloid Gamsita. Ia juga menjadi Staf pengajar Sastra di SMA 10 Kota Tidore Kepulauan.
Ia juga menjadi Pemateri GLN Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara, terpilih jadi pamong Bahasa 2016, Instruktur Literasi 2019, dan yang termutahir terpilih mewakili Maluku Utara pada ajang berngsi MUNSI III di Jakarta 2020.
Prestasi lain yang juga ditorehkan adalah Juara I Lomba Cipta Puisi Pahlawan Kab. Halmahera Tengah 1997, Juara 1 Lomba Cipta Puisi dan Juara II Lomba Cipta Cerpen tahun 2002, Juara IV Penulisan Artikel Maluku Utara 2015, Juara 1 Penulisan cerita anak Maluku utara 2016, dan Juara V Penulisan bahan Ajar SMA tahun 2017.
Dari rentetan sepak terjangnya ia di anugerahi Penghargaan Rau Parada Award Bidang Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan tahun 2008, Penghargaan Juri tebaik Pena Award Kota Tidore Kepulauan tahun 2014, dan Penghargaan Tokoh Budaya Prov.Maluku Utara tahun 2020. Namun gagal meraih penghargaan Tokoh Sastra Kantor Bahasa Maluku Utara dalam 2 kali Nominasi (2016 dan 2017).
Dari ujung penanya lahir beberapa buku yang sangat familiar di Masyarakat Maluku Utara antaralain Jin Toboso, Padi dari Tidore, Novel Paragraf terakir, Cinta di tali Jemuran, Tanpa Paragraf, Kumpulan puisi Lilin Kota Cinta, Luka di perempatan jalan, dan Bidadari Ketas.
76.Taba Heriyanto , adalah seorang penyair asal Bengkulu. . Namanya tercatat dalam antologi Bersama di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
Tinggal di Kelurahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.
77.Thomas Sutasman, S.Si, Lahir di Kulon Progo, 6 Maret 1974, tinggal di Cilacap, Jawa Tengah. Guru Matematika SMP Pius Cilacap. Aktif dalam MGMP Matematika Kabupaten Cilacap. Tulisannya pernah dimuat di Kompas Jateng, Suara Merdeka, Radar Banyumas, Satelit Post, Hidup, Educare, Utusan, dan Cur Unum Keuskupan Purwokerto. Menjadi pendamping majalah sekolah Gema Pius, menjadi anggota Warga Episthoholik Indonesia, dan Komunitas Tjilatjap History. Beberapa tulisan dimuat dalam buku Inspirasi Membangun Inovasi (2006), Buku Perdana dari Baturaden (2016), dan Spiritualitas Bunda Hati Kudus untuk kelas IX (2018). Buku terbarunya Rupa-Rupa Pendidikan (2021) dan Jejak-Jejak Sejarah Cilacap (2021). Puisinya dimuat di antologi puisi Facisme: Antologi Puisi Jelek Yogyakarta (1996) dan antologi Puisi T (2021), antologi esai Wajah Berbahasa: Korelasi Bahasa dengan Sastra, Budaya, dan Pendidikan dalam Kumpulan Esai (2021.
78.Wandi julutan keseharianya. Lahir di Makassar pada tahun 1987 Nama, Dari ke dua orang Tuanya Julhandi. Hobi Seni dan Budaya. Wandi sendiri senang membaca dan penulis Sajak atau pun Puisi Dari mulai Masuk SLTP kelas 1, namun belum terlalu sering menulis hanya, saat-saat ada waktu luangnya. Dan kini Wandi atau Julhandi sekarang mulai lagi aktif menulis dan berkarya. Yang di mana karya-karyanya sudah ada beberapa dari yang Tunggal sampai gabungan antara grup, yang mencapai 20 lebih. Dan mungkin akan terus bertambah jikalau umur masih di berikan kesehatan. Wandi adalah seorang Anak pendiam, kadang juga sangat cerewet kalau waktunya tibah. Usia atau umur Wandi Julhandi sekarang 35 yang di mana Lahir Pada tanggal 16 Januari 1987 Makassar, Lahir pada hari Jumat Dini hari. Dan Wandi tinggal di kota Makassar, letaknya di jalan Maccini Raya. Dan sekarang Rumahnya yang di Jalan Maccini Raya sudah tidak ditempati lagi. Yang mana, sudah berpindah ke Desa Bontolanra yaitu Kota; Takalar Galesong Utara Kecemata Batu-batu. Sama dengan Hobinya Batu permata, ya begitu kurang lebih dan selain menyukai Batu permata juga menyukai barang pusaka yaitu Jenis-Jenis Badik.
79.Wardjito Soeharso, Lelaki dengan multi status: suami, bapak, penulis, pengusaha, pelamun, pemimpi, dan masih banyak lagi. Menulis sebagai akibat dari suka membaca. Menulis puisi, naskah drama, essai ilmiah populer, dan sekarang sedang rajin menulis novel. Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang, novelnya yang baru terbit, mendapat sambutan baik dari para pembacanya. Sekarang sedang menulis novel seri keduanya.
80.Warsono Abi Azzam adalah nama pena dari Warsono, M.Pd, guru Matematika di SMP Negeri 5 Cilacap. Lahir di Banjarnegara, 6 Desember 1969, kini berdomisili di Cilacap. Meski mengajar bidang studi eksak, hobinya literasi dan sastra. Telah menerbitkan empat buku puisi tunggal, yaitu “Paradoks” (2017), “Gerimis Senja, Sekumpulan Sonian” (2019), “Sehimpun Haiku Romansa Jiwa” (2019), dan “Gita Malam” (2019). Puisinya juga termuat pada berbagai antologi bersama, diantaranya: “Musafir Ilmu”. “Haiku Pohon Rasa”, “Sesapa Mesra Selinting Cinta”, “Progo 6”, “Sang Acarya”, “Para Penuai Makna”, “Tadarus Puisi”, “Puisi T”, “Khatulistiwa”, “Plengkung”, Mata Air Air Mata”, dan lain-lain. Pernah mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI di Kudus, Juni 2019.
81.Wawan Hamzah Arfan, lahir di Cirebon, 8 Juni 1963. Karya-karyanya berupa puisi. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, artikel, dan esei tersebar di berbagai media, baik terbitan ibu kota maupun daerah, seperti Pikiran Rakyat, Mitra Dialog, Berita Buana, Merdeka, Surabaya Post, Republika, Media Indonesia, Horison, dan beberapa media lainnya. Beberapa puisinya terhimpun dalam antologi Mega Mendung (1989), Kebangkitan Nusantara I (1994), Kebangkitan Nusantara II (1995), Kebangkitan Nusantara III (1996), dan Antologi Puisi HP3N Nuansa Tatawarna Batin (2002). Kini sebagai Redaksi pada majalah Forum Dialektika, sebuah majalah yang diterbitkan PGRI Kabupaten Cirebon, sebagai ajang kreativitas guru. Ia adalah seorang PNS yang bekerja sebagai Penilik PNFI Kec. Ciledug, Kab. Cirebon, Jawa Barat.
82.Winarni Dwi Lestari, adalah penyair asal Banjarmasin. Namanya tercatat dalam antologi Bersama di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
83.Winar Ramelan, Sunarti Ramelan yang lebih dikenal dengan nama Winar Ramelan lahir di Malang pada tanggal 5 Juni dan kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggalnya dengan judul Narasi Sepasang Kaos Kaki yang diterbitkan penerbit Teras Budaya, Jakarta. Menjadi anggota Komunitas Jati Jagad Kampung Puisi (JKP), Dapur Sastra Jakarta (DSJ), dan penulis puisi di majalah Wartam. Puisinya juga dimuat di beberapa media cetak dan online juga buku antologi bersama, antara lain harian Denpost, Bali Post, Post Bali, Wartam, Banjarmasin Post, Tribun Bali, Radar Malang, Dinamikanews, konfrontasi.com, Sayap Kata, Dinding Aksara, detakpekanbaru.com, Kompasiana, Flores Sastra, dan tatkala.com
Tergabung dalam antologi bersama, Palagan, Untuk Jantung Perempuan, Melankolia Surat Kematian, Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta, Madah Merdu Kamadhatu, Tifa Nusantara 3, Puisi Kopi Penyair Dunia, Pengantin Langit 3, Seberkas Cinta, Lebih Baik Putih Tulang Daripada Putih Mata, Progo Temanggung Dalam Puisi, Rasa Sejati Lumbung Puisi, Perempuan Pemburu Cahaya, Mengunyah Geram Seratus Puisi Melawan Korupsi, Jejak Air Mata Sittwe ke Kuala Langsa, Senja Bersastra Di Malioboro, Meratus Hutan Hujan Tropis, Ketika Kata Berlipat Makna, Tulisan Tangan Satrio Piningit, Saron, A Skyful of Rain, Sebutir Garam di Secangkir Air, Berbagi Kebahagiaan Dalam Tadarus Puisi, Perempuan Bahari, Antologi Puisi Lombok, Sketsa Jihwa, Semesta Jiwa, Obituari Puisi Dan Prosa Arie MP Tamba, Pandemi Puisi, Alumni Munsi, Gambang Semarang, Asap Riau Duka Serantau, Sampah Serapah Sripah
84.Yoffie Cahya, lahir di kampung Putat, Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, 26 Oktober 1950.Menulis puisi, cerpen, esei dan artikel di media cetak dan daring.Mulai menulis sejak tahun 1969 di Majalah musik Aktuil dan koran Mandala, Bandung
Setelah itu ia menyebarkan tulisan- tulisannya ke beberapa media Jakarta, antara lain Selecta,Gadis, Sinar Harapan, Merdeka, Sarinah,Junior, Sinar Pagi, Srikandi,Simponi, Majalah Anda, Varia Nada,Ria Remaja, Majalah Topik dan Pos Film Minggu, juga media lain yang terbit di Bandung, seperti “Pikiran Rakyat”, Gala, Bandung Pos, Berita Tunggal dan koran lokal “Pikiran Rakyat” Edisi Cirebon.
Tahun 1980 sampai 1994 rutin mengirim puisi untuk rubrik “Pertemuan Kecil” asuhan Saini KM di Harian “ Pikiran Rakyat”, Bandung.Selain menulis tentang sastra, juga menulis artikel tentang musik, film, psikotest dan catatan sepak bola.Puisi- puisinya juga termuat dalam buku: “ Puisi dan beberapa permasalahannya” ( Saini KM, GAS, ITB, Bandung, editor Agus R.Sardjono), antologi puisi “Kebangkitan Nusantara “ ( Sanggar Batu, Malang 1996 ), “Jakarta Dalam Puisi Mutakhir” ( MSJ Jakarta, 2000 ), “Muara”( KSM, Komunitas Sastra Majalengka, 2017 ), antologi puisi “T” ( Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, 2021 ) dan antologi puisi Pujangga Facebook Indonesia, 2021
Sejak tahun 1971 bekerja sebagai penyiar, Penanggung Jawab Pemberitaan dan Direktur Musik di Radio Angkasa Medya Kadipaten, juga mengasuh acara Sastra dan Budaya.Sudah mengoleksi beberapa manuskrip kumpulan puisi dan cerita pendek untuk diterbitkan..Buku kumpulan puisinya yang sudah terbit: “Sajak Seribu Kenangan” ( Pustaka Kemucen, 2017 ).Kumpulan cerpennya: “ Catatan Mantan Anggota KAPPI” akan diterbitkan oleh penerbit yang sama.
85.Yustinus Harris, Lahir : Surabaya, 14 April 1968. Beberapa puisi dipublikasikan di harian ibu kota Swadesi, majalah gadis, penyebar semangat, Jawa Pos radar Mojokerto, Jombang, Koran Dinamika News lampung dan media online .Bergabung di Lingkar studi sastra Setrawulan, Mojokerto serta kegiatan Sela Sastra di Boenga Ketjil Jombang. Pernah menjadi dewan juri baca puisi tk SD/MI se kabupaten Jombang yang diadakan Dinas Perpustakaan Jombang. Mendapatkan penghargaan Satyasastra nagari, kesetiaan sastra 30 th dari Lumbung Puisi Sastrawan Nasional th 2021. Antologi puisi tunggal “ Bulan Merindukan Anak Ikan”, Selendang Bianglala’, Mengenang teman Kantor, Surga KW 1, Surga KW2, Cintaku Di Atas perahu. Tinggal di Perum Mojongapit Blok K No.11 Jombang, Jawa Timur.
86.Zaeni Boli, Pernah tampil di acara Festival Internasional “Asean Literary Festival 2015” ,karya –karya puisinya juga termuat di media cetak maupun antologi bersama diantaranya Negeri Poci ,Puisi Menolak Korupsi dan Lumbung Puisi.Tergabung bersama Sastra Kalimalang sebagai Investaris karya sejak 2013-2017 .
Juga aktif bergiat di literasi bersama Agupena Flores Timur .Sekarang tinggal di Flores Timur aktif di Nara Teater ,tampil pada Pekan Teater Nasional 2018 di TIM GBB,menjadi ketua TBM Lautan Ilmu dan mengajar di SMK SURA DEWA Flores Timur mendirikan Eskul Teater “Bengkel Seni Milenial”.Aktif menghidupkan kesenian di Kampus IKTL Larantuka. Saat ini di percaya sebagai Ketua FTBM Flotim 2021- 2025.
____________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar