1.A. Machyoedin Hamamsoeri, Lahir 17 Juli di Jakarta, mulai menulis sejak tahun 1970-an, antara tahun 1970-1980-an. Sajak-sajaknya sering dimuat di beberapa mass media. Pernah memenangi Lomba Cipta Puisi di Radio Trisakti tahun 1977 dan 1982. Buku puisi tunggalnya, Waktu Mendering di Pembaringan, Sajak Tentang Bawang (Kaifa 2017), Sajak-Sajak Angin ( Kosa Kata Kita, 2018) dan Dari (FAM - 2019).Kini tengah mempersiapkan buku puisi tunggalnya yang ke 5 dan 6. Namanya masuk dalam buku, Apa Dan Siapa Penyair Indonesia ( YHPI, 2017).
2.Abidi Al-Ba'arifi Al-Farlaqi. Lahir pada 8 September 1983 di Perlak, Aceh Timur dan tinggal di Ponpes Nidaul Islam, Peusangan Selatan, Bireuen, Provinsi Aceh. Penyair yang akrab dipanggil Kang Abid atau Mas Abi ini dimasa kecilnya bernama Goelsani Razz Al-Ba'arifi adalah pendiri, pengasuh, dan pengajar Majlis Jambo Stress. Belajar menulis secara otodidak melalui buku-buku yang selalu dibelikan oleh orangtuanya setiap hari. Juga dari berbagai buku yang dibelinya sendiri dan temannya. Puisi-puisinya termuat dalam beberapa antologi bersama melalui Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dibawah asuhan penulis dan sastrawan ternama Indonesia Rg Bagus Warsono. Rg Bagus Warsono merupakan salah satu tokoh kunci yang selalu memberi berbagai tips dan motivasi padanya dalam dunia sastra.
3.Abu Ahmad Alif, penyair ini tinggal di Bontang. Namanya tercatat di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dalam beberapa antologi Bersama nasional.
4.Agoes Andika, Ask. Lahir di Br. Baleagung Singaraja Bali, 5 maret 1963, anak sulung dari tiga bersaudara. Menulis puisi sejak di bangku SLTP dan berlanjut saat menetap di Mataram tahun 1981, dibimbing oleh Putu Arya Tirtawirya dan Umbu Landu Paranggi. Tahun 1987 pernah diundang membaca puisi di TIM Jakarta bersama penyair tanah air lainnya. Sejak 2017 menetap di Singaraja Bali.
5.Ahmad Dumyati AN, penyair muda kelahiran Serang Banten 1998 ini gemar menulis puisi di media sosial pribadinya. Puisi-puisinya mengangkat tema agama, sosial dan cinta. Mengikuti beberapa antologi bersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H: Kami yang Lupa oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia. Dan kini kembali mengikuti Antologi Puisi T. Rencana mencetak buku antologi puisi tunggal sedang digarapnya. Berharap sekecil apapun karya yang dia torehkan dapat dibaca dan bermanfaat untuk sesama.
6.Ahmad Rizki, penyair ini tinggal di Pamulang. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
7.Ahmad Zainuddin Ujung lahir di Desa Pasi, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, 21 Maret 1989. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN No 033911 Belang Malum, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di selesaikan di SMPN 3 Sidikalang, jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan di SMAN 2 Sidikalang, Kabupaten Dairi. Gelar sarjananya diperoleh dari Universitas Negeri Medan (Unimed) pada tahun 2012 dengan menyandang gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pada tahun 2013 penulis terpilih menjadi salah satu guru daerah terpencil dalam program SM3T penempatan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.
Pada tahun 2014 penulis kembali ke tanah kelahirannya dan menjadi tenaga pendidik di SDN No 030277 Teladan Sidikalang pada tahun 2016. Sekarang penulis aktif mengajar di SDN No 036562 Ponjian. Penulis aktif mengikuti kelas belajar puisi dan mengikuti beberapa event lomba puisi dan telah menghasilkan beberapa karya. Saat ini penulis juga sedang menyelesaikan cerita bersambung dalam bahasa daerah Pakpak dengan tema pendidikan berjudul Mersikkola Tikan Arnia (Sekolah Pada Zaman Dulu).
Penulis sudah menetaskan satu buah buku puisi tunggal yang berjudul Sang Peneroka di Negeri Andalas, Antologi puisi bersama Sumbu Kaki Langit, Puisi Cinkiuain, Antologi Sampah, Rumah Sebuah Buku, Seruling Sunyi Untuk Mama Bumi, Pusi Asia Tenggara, Selamat tinggal masa lalu selamat datang lembar baru (antologi cerpen dan puisi), antologi pantun karmina , antologi puisi Guru dan Dosen , dan Buku Gema Lobat Tanoh Sulang Silima tahun 2020, dan beberapa buah buku antologi.
8.Aisyah Rauf, S.Pd, nama pena Nyanari Rauf. Lahir di Sinjai, 5 Desember 1973. Alumni IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM Makassar) jurusan Bahasa dan Seni tahun 1995. Kemudian melanjutkan pendidikan di STKIP Muhammadiyah Bulukumba, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Sekarang giat menjalani tugas sebagai guru di SMP Negeri 6 Bulukumba Pembina Pramuka dan seni. Mengampu mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pada tahun 2017 mengikuti OGN (Olimpiade Guru Nasional) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meraih juara 2 tingkat Kabupaten Bulukumba, kemudian pada tahun 2019 kembali mengikuti OGN (Olimpiade Guru Nasional) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan meraih juara 1 tingkat Kabupaten Bulukumba hingga melangkah ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Telah menelurkan karya antologi puisi tunggal dengan judul _Bibir di Tepi Hati_. Karyanya pun telah dimuat dalam buku antologi puisi bersama:
_Memeluk Bulan_, _Lukisan Jiwa_, _Bumbu_ _Hidup, Solutan Kaj_ _Bonvenon, Sebelum_ _Hilang Waktu_, _Gembok_Tilas Sebingkai Desember_(puisi patarisit), _Senandung Atma Dalam Aksara_, _Berpuisi Tanpa Batas_, _Penantian Panjang_ _Kreasi Semaris_ dan _Aksara Romansa Kopi & Diksi. Tinggal di Gantarang, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi Selatan.
9.Ali Imr0n, lahir di kota Pekalongan, sosok yang humoris juga friendly, memiliki hobby bermain gitar dan menulis Sudah beberapa buku yang di hasilkan di antaranya :1 Buku antologi puisi Best poetry KPSI 3; 2 Buku Antologi puisi Dermaga hati senandung sastra CPM Publisher; 3 Buku Antologi puisi ASU Lumbung puisi sastrawan indonesia IX; 4 Buku Antologi puisi Semesta Aksara logophile J-Maestro Publisher
5 Antologi puisi Kita Di Antara Titik J-Maestro Publisher; 6. Tadarus puisi Ramadhan V Lumbung Puisi sastrawan Indonesia IX
10.Amini, Seorang pembelajar yang tak lelah untuk belajar. Meskipun karya-karyanya sudah banyak bergabung dengan penulis hebat lainnya, baik puisi, artikel, maupun cerpen dalam bentuk antologi, tak menyurutkan niatnya untuk terus belajar. Dia tinggal di kota kecil di wilayah Jawa Timur, Nganjuk.
11.Amiruddin Hasan atau dikenal dengan nama pena Amir Hasan Siraya lahir di Lambepada, 26 April 1986. Seorang pengajar bahasa inggris di SMP Negeri Limboro, MA DDI Tinambung dan Pondok Pesantren Modren Al-Ikhlash. Menulis puisi sejak berumur 12 tahun. Beberapa puisinya pernah dimuat di harian “Fajar” Makassar serta di tabloid bulanan “Sandeq Pos”. Menulis lirik lagu mars “Jayalah Al-Ikhlash” yang dipersembahkan kepada Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash tahun 2020, menulis lirik lagu “Sedekat Cahaya Bintang” tahun 2020, menulis lirik lagu mars “Abadilah Madrasahku” yang dipersembahkan kepada MA DDI Tinambung tahun 2021, menulis lirik lagu “Menafsir Cinta” tahun 2021.
Sejak tahun 2020, dia berkalaborasi dengan sahabatnya Ganjar Adi Kinara, Sabaruddin, Rezkikah Muis, Nurul Rahma dan Zuriatul Auliya. Mereka berkumpul bersama untuk mendorong peserta didik di sekolahnya agar dapat menghasilkan karya-karya, terkhusus di bidang musik dan tarik suara.
Kini dia tinggal bersama dengan istrinya bernama Kartini dan seorang putranya bernama Sultan Al-Fatih di Pamboang Kab. Majene Prov.Sulawesi Barat.
12.Andi Jamaluddin, AR. AK. Lahir di Kotabaru (Kalsel) 14 Februari 1964 dan bertempat tinggal di Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai tanah kelahirannya, mulai aktif menulis sejak awal 80an, terutama puisi dan cerpen. Berkali-kali menjadi pemenang sayembara penulisan naskah buku yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Nasional, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Sudah melahirkan puluhan kumpulan puisi tunggal maupun antologi bersama. Menerima hadiah seni dari Gubernur Kalsel Tahun 2012, Hadiah Seni Astaprana dari Kesultanan Banjar Tahun 2016 dan Anugerah Seni dari Bupati Tanah Bumbu Tahun 2018.
13.Drs. Annis Muchtarom, MM, pena: Annis M. Tarom, lahir bulan Juni di Purwokerto; Sejak di bangku SMP sudah juara menggambar ; di SLTA sudah nulis puisi, juara karya tulis (pelestarian hutan) dan juara baca puisi. Ikut belajar di UNDAR Jombang & STIE Stikubank Semarang. Karya : Kumpulan cerpen, “Cerita-cerita dari Empunala”; “Bupati Roaller-Coacher dan Sandal Jepit Ayu”, “Lelaki Kupu-kupu Sahabat Sania;” (2017) Antologi Puisi Nusantara “Senyuman Lembah Ijen,“, “Kumpulan Puisi Sang Parawi Laut”; “Musafir Ilmu,” -”Doa Seribu Bulan,” (Asnur, 2018). Puisi “Telapak Kaki Kata-kata,” “Brantas,” “Merawat Jiwa yang Hilang,” -”Tamasya Warna; Cerpen “Pertemuan”; “Talqin”, ikut puisi “Gerakan 1000 Guru Asean Menulis Puisi”- Asnur (Rekor MURI-) (2018). Puisi mandiri “Kucing Kembang Asem” (2018), “Dongeng Nusantara” (2019). “Kampung Esay”, “Festival Sonian”, kumpuisi “Benteng Pancasila 242”, “Rinai Rindu Hujan”, ”Pantun 1000 Guru,” “Situs”, “Pantun Nasihat Guru”(2020), “Gurindam Nusantara”. “Narasi Bait Waktu,”Antologi syair “Al Ghina Dari Persia”(2021).
Pernah mengajar di SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika Kota Mojokerto.
14.Arya Setra adalah seorang pelukis dan penyair Indonesia. Karya puisinya banyak dimuat di penerbitan antologi Bersama Lumbung Puisi sastrawan Indonesia. Penyair ini Tinggal di Jakarta.
15. Aswin Mahardika, adalah penyair yang tinggal di Malang. Namanya tercatat Di Lumbung Puisi dalam antologi bersama nasional T.
16.Bambang Kustedjo Soedarjo, adalah penyair yang tinggal di Cikarang Bekasi, Namanya tercatat Di Lumbung Puisi dalam antologi bersama nasional T.
17. Barokah Nawawi, lahir di Pacitan 18 Agustus 1954. Menulis sejak remaja, kumpulan puisi tunggalnya Bunga Bunga Semak, diterbitkan Pustaka Haikuku Bandung 2018.Antologi haiku Pancaran Hati, diterbitkan Pustaka Haikuku 2019.Setia ikut antologi puisi Ramadhan di Group Lumbung Puisi sejak 2018. Barokah adalah pensiunan PT Telkom, dan domisili terakhir di Pakem, Gebang, Purworejo.
18.Bayu Aji Anwari, , adalah penyair Senior tinggal di Semarang. Dikenal juga sebagai ulama. Mengikuti berbagai event antologi Bersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
19.Botor Trilambang, adalah penyair asal Batu Malang. Namanya tercatat Di Lumbung Puisi dalam antologi bersama nasional T.
20.Bayu Nindyoko, adalah penyair asal Pracimantoro. Mengikuti beberapa even antologi Bersama nasional. Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam Antologi Bersama Nasional.
21.Budi Riyoko Al Kubro . Pria berkacamata ini dipanggil Kak Bodett, dilahirkan 41 Tahun lalu tepatnya 18 Agustus 1978 di Air Batu. Lajang sehari-harinya berprofesi guru di MA Darul Ulum Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin. Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam Antologi Bersama Nasional.
22. Bem Harianto, Penyair ini tinggal di Pagar Alam Sumatera Selatan. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
23.Burhan's, adalah penyair yang tinggal di Pamekasan. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
24.Che Aldo Kelana, adalah penyair yang tinggal di Atambua. Mengikuti beberapa antologi nbersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
25.Christya Dewi Eka adalah ibu rumah tangga yang berdomisili di Semarang. Saat ini bergabung dalam kelas penulisan online Kelas Puisi Alit (KEPUL), Ruang Kata, dan Writerpreneur Academy.
26.D' Eros Sudarjono, lahir di Jombang 1970. Jebolan Fak. Bahasa & Sastra Inggris, selain menulis gurit dan puisi juga melukis (sketsa). Puluhan karyanya sudah diterbitkan dalam beberapa antologi. Beberapa naskah juga pernah dimuat dalam beberapa media cetak dan elektronik.
27. Dr. Darmawati, S.Pd., M.Pd. nama pena Darma Kelana. Lahir di Bulukumba, 8 Jan 1974. Alumni IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM Makassar) jurusan Bahasa danSastra Indonesia, masuk tahun 1993 selesai tahun 1998, kemudian pada tahun 2008 s.d. 2010, melanjutkan pendidikan Program Magister konsentrasi Pendidikan Bahasa Indonesia. Selanjutnya tahun 2013 s.d 2017 melanjutkan Pendidikan pada program doktoral UNM.
Mulai mengajar sebagai guru bantu di SMPN 4 Bulukumba tahun 1999. Selanjutnya pindah tugas ke SMPN 2 Sanggau Kalimantan Barat. sekarang ini bekerja sebagai guru di UPT SPF SMPN 1 Bulukumba. Selain itu juga sebagai Dosen Luar biasa Pada STIKES Panrita Husada Bulukumba sejak 2009 s.d sekarang. Buku yang telah ditulisnya adalah kumpulan Puisi Gerimis di Ujung Kemarau, cerpen pada Antologi cerpen Jembatan Merah serta dari Suparlan untuk Sumarni.
28. Deddy Firmansyah, penyair ini tinggal di Purworejo.Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
29.Dyah Nkusuma, terlahir pada 17 Mei 1975, dengan nama Dyah Nur Kusumawati. Ibu rumahtangga, istri purnawira perwira polisi, mengelola Rumah Jahit Kin dan Sudut Baca Kin. Domisili Sampit Kalimantan Tengah. Hobby menulis dan berpuisi sejak sekolah. Menulis di laman gawai sejak Oktober 2019. Ada beberapa antologi bersama kawan kawan. Antara lain ; Haiku Save The World Against Corona Virus; 2020, Puisi Kreasi 23442; 2019, Antologi Internasional Love Of Spring 2020, Puisi dua larik Kata Kita 2020, Antologi Haiku 9 Haijin Semerbak Bunga 2020, Haiku Heart, 2020 New Haiku "Diary United Against Covid 19, 2020.Antologi Internasional Love In Summer 2020, Senryu Gayung bersambut: Sejarah Kelam Tragedi September, 2020, Apa Kabar, Kopi?, 2020
Haiku Hari Ibu: Mulia Ibu, 2020, Celoteh Anak Negeri, 2020 Romantika Cinta dalam Aksara,2020 GEMBOK, 2021, Sajak Cinta untuk Air Mata Surga, 2021,1001 Gogyoshi Nusantara, 2021,STRAFARA, When Heart Sing, 2021 Antologi Internasional SOUL OF LOVE 2021, Bias Warna Hati, 2021, 1000 Puisi, HIJRAH, 2021, AYAHKU JAGOANKU, 2021,PUZZLE CINTA, 2021,Yang Patah dan Berganti, 2021,1000 MISDA, 2021,Rinai Aksara Rindu, 2021. Tarian Pena Sahabat Serumpun, 2021,Para Penuai Makna DSJ 2020-2021,Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana, 2021,ASU, 2021, Tadarus Puisi V, 2021,Perempuan Berwajah Puisi, 2021, Anakku Permataku, 2021
Antologi Haiku NHI volume 6, 2021, 100 karya special, persembahan SNW, 2021, Sehimpun Puisi Religi Islami IQRA'', 2021, Obituari Mengenang Yoevita Doekotjo, 2021. Dan Antologi Tunggal Haiku Sesungai Haiku BUNGA MENTAYA, Dyah Nkusuma, 2020, Antologi Puisi tunggal, BERKATA RANTING KERING, 2021.
30. Delia Rawanita, penyair ini tinggal di Banda Aceh. Namanya tercatat di antologi bersama T Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
31. Chanchan Parase, adalah seorang penyair yang tinggal di Medan. Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam beberapa antologi bersama nasional.
32.Denting Kemuning adalah nama pena dari Kanti yang lahir dan tinggal di kota Surabaya pada tanggal 10 April. Puisinya termuat dalam beberapa antologi bersama. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
33. Edison P. Malau, lahir di Dusun Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, 1 Maret 1977. Lulus dan tamat dari Sekolah Dasar (SD) 030372 Soban tahun 1990. Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan tahun 1993 dari SMPN 1 Siempat Nempu. Melanjut ke Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri 1 Sidikalang dan lulus pada tahun 1996.
34. Euis Sri Susilawati, tinggal di Indramayu. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
35. Elly Azizah, penyair ini tinggal di Bengkulu. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
36.Ence Sumirat lahir di cianjur 29 November 1971. Belajar menulis puisi secara otodidak. Puisinyadimuat media cetak lokal dan nasional maupun media online. Puisinya terhimpun di antologi bersama.Antologi puisi tunggalnya “Berjalan Dalam Kenyerian akan Segera Terbit”. Tinggal di Cilaku Cianjur.
37.Erndra Achaer, lahir 20 Januari di bumi Soedirman, Purbalingga. Suka membaca terutama fiksi dan puisi dari kecil. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
38.Fath WS terlahir di Magelang pada 21 Agustus 1966 dengan nama Siti Fatonah binti Harjo Pawiro. Bekerja sebagai PNS di Kota Magelang. Di masa mudanya aktif di Polaris Baca Puisi, Opini Polaris, Writing Revolusion. Saat ini aktif menulis puisi dan tergabung dalam beberapa grup. Beberapa antologi bersama pernah terbit antara lain Merah Darah Putih Puisi (Writing Revolution), Tadarus Puisi V Tahun 2021, Pantun Budaya Indonesia, Bung Hatta, Soneta Cinta Indonesia-Malaysia. Tinggal di Magelang.
39. Felda Rahayu, tinggal di Sukabumi. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
40.Funky Zubair Affandy, tinggal di Sampang. Menulis puisi dan pegiat seni teater. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
41.Gia Setiawati Mokobela, dilahirkan di Kotamobagu Sulawesi Utara, tanggal 26 September. Pernah belajar di Universitas negeri Gorontalo pada jurusan pendidikan biologi. Menyukai puisi sejak duduk di bangku smp dan telah menjadi hoby. Sudah menulis beberapa antologi bersama : Puisi Menolak Korupsi 2, Puisi untuk Bumi ( Penyair Lintas Maya), Cimanuk, dan beberapa antologi lain. Antologi tunggalnya berjudul Menuju Tangga Tangga Pelangi. Menjadi pemenang juara ke III pada Lomba cipta Puisi Hari bhakti Adhyaksa di Merangin Juli 2021. Semoga bermanfaat..
42.Gilang Teguh Pambudi, anak perkebunan dan orang radio yang seorang penyair (penulis). Saat ini tinggal di Kemayoran. Lahir di perkebunan kopi di Jawa Tengah, tetapi dari masa kanak-kanak domisili di perkebunan cengkeh Jawa Barat. Setelah meninggalkan kegiatan mengajar di kelas, dari tahun 1992 aktif sebagai Orang Radio Indonesia. Sebagai penyiar, jurnalis, programmer, kepala studio dan narasumber acara Apresiasi Sastra sampai menerbitkan buku tips sukses, Orang Radio. Puisi-puisi dan cerpennya termuat dalam berbagai surat kabar, buku antologi bersama, dan buku antologi tunggal. Beberapa buku antologi puisi tunggalnya adalah, Syair Wangi, Air Situ (Nocturno), Jakarta Dalam Karung, Tarian Gapura, Zira, Mendaki Langit, Bumi Cintaku, dan Hari Kesaktian Kopi. Juga menulis buku catatan harian Dinding Puisi Indonesia (Serba-Serbi Dunia Puisi). Sebagai pembina komunitas banyak terlibat dalam berbagai kegiatan seni, termasuk Wisata Sastra Mingguan. Namanya termuat dalam buku Apa & Siapa Penyair Indonesia (YHPI).
43.Gusti Indra Setyawan, lahir di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 7 Januari 1972. Alamat komplek Citra Persada Indah C-16, Mabuun Kecamatan Murung Pudak. Kode Pos : 71571. Tanjung Tabalong. Kalimantan Selatan. Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 3 Tanjung Kabupaten Tabalong. Sebagai Instruktur di Primagama. Ketua Sanggar Lasung Tangga SMAGA, dan Sekretaris II Dewan Kesenian Tabalong (DKT). Di samping itu, sebagai sekretaris (KSI) Komunitas Sastra Indonesia di Tabalong. Pengisi acara “Warung Saraba di TV Tabalong. Puisinya dimuat dalam antologi bersama Doa Pelangi di Tahun Emas (2009), Menyampir Bumi Leluhur (2010). Seloka Bisu Batu Benawa (2011), Nominasi lomba menulis puisi Balian Jazirah Anak Ladang (2011). Kumpulan Puisi Secangkir Air Mata Gusti Indra Setyawan (2012). Antologi Puisi Siswa SMAN 3 Tanjung “Sepercik Tangisan Rindu” (2012). Sungai Kenangan antologi penyair Kalimantan Selatan Aruh Sastra Kalimantan Selatan IX (2012). Cerita Rakyat Tabalong : Hikayat Tanjung Puri dan Tangisan Putri Galuh Sewangi (2012). Sebagai Duta Seni Kalimantan bulan Maret 2012 di Samarinda. Juga mengikuti Kongres KSI II di Bogor pada tanggal 23 Maret 2012. Antologi Puisi Bersama Selembar Daun Sehijau Pucuk (2013). Cerpen Anak : Nyanyian Kerbau Rawa (GPM AMT:2013). Sebagai peserta temu karya Taman Budaya se-Indonesia di Jambi (2013). Menulis di banyak antologi Bersama regional dan mnasional.
44. Hasan Bisri BFC, adalah seorang penyair yang menulis sejak tahun 80-an tulisannya banyak dimuat di mendia cetak , tinggal di Bogor , Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam antologi Bersama nasional.
45. Hendra Sukmawan. Lahir di Garut, Jawa Barat. Sempat kuliah di Institute of Arabic and Islamic Studies. Lulus kuliah di STAI SABILI Bandung tahun 2012. Pendiri KTT (Komunitas Teater Tandatanya) dan inisiator bedirinya Rumah Budaya Sunda Galuh Pakuan Garut.
Antologi puisi bersamanya antara lain: Lantunan Puisi Sebaris Doa, Misteri Rasa dari Isyarat Semesta (Alumni KPO 20), Tadarus Puisi IV dan V, Sampah, Gembok, Asu (Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia), Aksara Semesta, Pesan Cinta Untuk Ibu, Lelaki Pemburu Hujan, Seribu Tahun Lagi. Buku antologi tunggalnya Penyair Murtad dan Air Mata Sunyi. Menulis puisi sejak duduk di MAN 4 Garut.
46. Herry Lamongan, nama aslinya Djuhaeri. Lahir di Bondowoso, 8 Mei. Mulai bersajak dengan serius tahun 1983, dalam bahasa Indonesia dan Jawa. Karya puisinya pernah dimuat berbagai media cetak pusat dan daerah. Terhimpun dalam lebih dari 50 antologi puisi bersama. Pernah 10 besar kejuaraan nulis puisi versi SMK Denpasar tahun 1987. Juara 1 nyerat geguritan versi Sanggar Triwida tahun 1991. Puisi herry juga terkumpul dalam antologi tunggal Lambaian Muara (1989), Gunem Suwung (2004), Latar Ngarep (2008), Surat Hening (cetakan ke-2 2020), Rahasia Hujan (puisi anak 2020), dan Berbalas Pantun (2020).
47.Heru Patria, Adalah nama pena dari Heru Waluyo, seorang guru Sekolah Dasar di Kec. Wlingi Kab. Blitar. Menulis di banyak antologi Bersama nasional. Namanya tercatat di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia dalam antologi bersama nasional, di antaranya : Antologi Tanah Air Puisi (Hari Puisi Indonesia), antologi Corona (Lumbung Puisi), antologi Wong Kenthir (Lumbung Puisi), antologi ASU (Lumbung Puisi), Tadarus Puisi V (Lumbung Puisi)
48. Hasani Hamzah, lahir di Sumenep pada 16 Agustus 1974. Aktif di sastra cyber dan terlibat dalam beberap antologi bersama. Selain menulis, ayah dari Ega Novela Indah Nian ini juga menjadi penggiat sastra dan budaya di kampung halamannya.
49.Iin Muthmaiinnah, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
50. Imron Bintang, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
51. I. Made Suantha, adalah penyair senior asal Bali. Mengikuti berbagai event antologi Bersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
52. Iwang nirwana, adalah seorang penyair yang tinggal di Pemalang. Mengitu beberapa antologi Bersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
53. I Wayan Budiartawan,
54. Indri Yuswandari, yang pada tahun 2019 masuk dalam profil sastrawan Jawa Tengah versi Balai Bahasa Jawa Tengah sudah menulis 4 antologi puisi tunggal berjudul:Lukisan Perempuan ( 2017 ),Ini Hampir Pukul Tiga ( 2018 ), Teka-teki Catatan Kaki( 2019 ), Asmarandana Dalan Katresnan Biyung(2021) Puisi-puisinya juga dimuat di lebih dari tujuhpuluh lima antologi bersama penyair Nusantara dan dua antologi Malaysia. Selain membaca puisi dan geguritan, Indri juga bermonolog, main teater, film pendek, sekali waktu menjadi juri lomba baca puisi/ bercerita.
55. Kabul , Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
56.Khalid Alrasyid Terlahir dari pasangan M. Sikkri dan Ma'ani di Blumbungan-Pamekasan, anak ke 6 dari 8 berasudara. Saat ini tinggal di Desa Mojorejo, Kemlagi-Mojokerto. Pendiri Komunitas Kopi & Diksi yang juga Penggagas Puisi Semaris. Karya-karyanya bisa dilihat di Kitab Putiba Indonesia Takziah Bulan Tujuh. Segugus sajak Suara-suara Gagak. Sehimpun Putiba Biji-Biji Waktu. Rangkaian sajak pilihan Meneroka Jiwa-jiwa Puisi. Antologi Putiba Wajah Semusim. Kitab Pentigraf Indonesia Nama-Nama Yang Dipahat di Batu Karang. Antologi puisi Delapan Penjuru Mata Angin. Sehimpun Puisi dan Pentigraf Lelaki Berdada Puisi. Serangkai puisi Maafkan Kata-Kata (LISSTRA). Puisi Kopi (Seni Sastra Budaya Sumba) dll.
57.Made Aripta Wibawa, , Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
58. Marshelina, nama asli Mursinah Rahma Lina, Kelahiran Sampit, 23 Desember 1987.
Walau terlahir autis mampu bersekolah di sekolah umum. Alumni SMK Kesatuan 2 Samarinda.
Aktif mengikuti antologi puisi dan cerpen bersama sejak Juli 2020 lebih dari 16 macam antologi Bersama. 1 macam antologi puisi solo berjudul "Autis & Puitis". Ada pun prestasi yang telah diraih diantaranya: Peringkat 1 selama SD dan duduk di bangku SD hanya 5 tahun. Dapat menyelesaikan 1 judul syair lagu dalam waktu 2 jam tema ditentukan guru cipta lagu saat ujian menulis syair lagu. Juara 1 penulis buku Air Kaca Cinta.
59.Mimi Marvill, lahir di Temanggung 10 Desember. Ia merupakan seorang ibu yang kadang-kadang suka menulis.
60. Mita Katoyo, lahir dan dibesarkan di Jakarta, suka akan menulis, ngemil dan dengar musik. Juga gemar mengamati kisah kehidupan.
Ada hampir 7 buah buku diterbitkan, termasuk yang diterjemahkan dalam bahasa inggris, tapi semua baginya masih dalam proses belajar.
Mita juga ikut dalam beberapa Antologi Bersama
61. Muhajir Syam, Muhajir, lahir di Dusun Sumber Lanas Desa Teluk Jati Dawang Kecamatan Tambak Bawean Gresik. Tiga tahun berkiprah di dunia literasi sekaligus menjadi penghuni setia Komonitas Kata Bintang, Pria dengan nama pena Muhajir Syam sudah menghasilkan karya sekitar 36 buku. 8 Buku Solo dan 28 Buku Antologi. “Kumpulan Puisi Penyair Pinggiran dan Sanjung Madah Untuk Baginda” adalah dua buku solo yang berisi puisi. Saat ini aktif mengajar di SDN Ketawang Karay I Kec. Ganding Kab. Sumenep
62.Muhammad Abdul Latif, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
63. Muhamad Salam, lahir di sebuah desa, yaitu Batang Batang kab. Sumenep.Pendidikan terakhir S 1 Universitas Terbuka (UT)
dan menulis hanya merupakan hoby saja .
Tempat tinggal di sebuah desa di dusun Pandan Ambunten Tengah bersama keluarga kecilku dan saya bekerja di dinas Pendidikan di SDN Ambunten Tengah III. kec. Ambunten
64.Muhammad Jayadi lahir di Balangan. Pecinta seni dan sastra. Mengikuti beberapa antologi Bersama nasional khususnya di Lumbung Puisi.
65.Munadi Oke, Adalah penyair yang tinggal di Jakarta. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
66.Mohammad Saroni, Alumni IKIP Surabaya Jurusan Teknik Mesin Produksi, aktif menulis buku pengetahuan pendidikan. Waktu kuliah aktif dalam kegiatan Teater Institut (TI) kampus IKIP Surabaya. Saat ini mengabdikan diri sebagai Pendidik di SMK Swasta Brawijaya di Kota Mojokerto. Sejumlah buku telah ditulis dan diterbitkan oleh Penerbit Yogyakarta. Orang Miskin Harus Sekolah; Orang Miskin Bukan Orang Bodoh, Pendidikan Untuk Orang Miskin, dll. Buku fiksi ditulis dan terkumpul dalam Cerita – cerita dari Empunala dan Bupati Roller Coaster dan Sandal Jepit Ayu. Kumpulan puisi pertama diberi judul Surat Cinta Untuk Aimel, Mbelingnya Aku, Laki-laki,Prahara di Negeri Dongeng, Potret dan Suratmu adalah Cinta Kita, Selembar Daun Surga (Antologi bersama Nurhayati, Penulis dari Batam,Kepri). Sementara itu, karya Antologi bersama Lina Suryawati alias Balqis Millenia berjudul Sepasang Merpati di Bukit Tsur dan beberapa buku lainnya.
67.Mukti, adalah seorang penyair dan seniman asal Malang. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
68. Naim Emel Prahana, lahir pada 13 Desember 1958 tinggal di Lebong Selatan. Memasuki S-1 jurusan Kriminologi FH UII Yogjakarta, tinggal di kota Metro Lampung. Kegiatan lain yang diikuti baca puisi, Kongres Cerpen di Bali, Penyair Indonesia 1997 di TIM—DKJ Jakarta, duta budaya daerah Lampung Tengah ke berbagai daerah di Indonesia dan lainnya. Dan, karya-karya puisi sering dibacakan di radio Koln, Jerman. Karya-karya puisi yang sudah dihimpun dan dibukukan (diterbitkan) antara lain; Sajak Kaca (1984, bersama empat penyair muda Yogyakarta), Kasih Tuan (Yogyakarta, 1985), Kembang Malam Kembang Kelam (Metro, 1986), Poros (Metro, 1986), Puisi Indonesia (DKJ-TIM Jakarta1987), Bruckkenschlag (Koln Jerman, 1988, diterbitkan dalam bahasa Jerman), Solidaritas (1991, bersama penyair Lampung), Puisi Selatan (1992, bersama penyair Sumatera Bagian Selatan), Nuansa Hijau (Bogor, 1995), Sagang (Pekanbaru, Riau 1994),
Dari Negri Poci 3 (Cirebon), Buku Cerita Rakyat Lampung (jilid 1, 2 dan 3 Grasindo-Kompas Jakarta, 1988), Buku Cerita Rakyat Bengkulu (jilid 2 dan 3, Grasindo-Kompas Jakarta, 1988)
69.Nanang R. Supriyatin Beberapa judul puisi dan cerpennya terpilih dan mendapat penghargaan Lomba Cipta Puisi/Cerpen tingkat Nasional, antara lain yang diselenggarakan Skh. Sinar Harapan (1982), Gelanggang Remaja Bulungan (1982), Skh. Terbit (1983), Biro Informasi Sastra Banjarmasin (1985), Skm. Swadesi (1989), Sanggar Sastra Tasik (2011), serta Juara Favorit Lomba Cipta Puisi Face Book Hari Puisi Indonesia (2020). Antologi Puisinya berjudul “Apologia” masuk Nominasi 10 Besar Sayembara Buku Puisi yang diselenggarakan HPI (2014). Pernah menerima Penghargaan Puputan Margarana Award dari Sanggar Sastra Minum Kopi, Bali, 1998. Nanang termasuk salah seorang pendiri Diskusi Kelompok Sastra Kita (Jakarta, 1984), dan menjadi Anggota Dewan Redaksi Tabloid Alinea Baru (2020-2021).
70. Nanik Utarini, nama lainnya Nanik Utarini, Pacitan 02 Maret 1979 Guru Sosiologi di SMAN 5 Merangin Jambi. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
71. Nok Ir, nama yang tersemat pada seluruh karya tulisan Hj. Khoiroh, S.Pd.SD. Lahir di Demak, 28 Januari 1970. Kini tinggal di Sumenep, mengabdi sebagai pendidik. Aktivis Komunitas Kata Bintang ini menyukai tulis menulis sejak remaja dan makin ditekuni di dewasa kini. Tulisannya berupa puisi, geguritan, cerpen serta kisah inspirasi telah tergabung dalam puluhan antologi bersama kawan penulis di lingkup regional maupun nasional. Di antaranya Jazirah Lima-Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2020, Banjar Baru’s Rainy Day Festival 2018 dan 2020, Alumni Munsi 2020, Perempuan Bahari 2020, Mata Air Hujan di Bulan Purnama, Tembi Rumah Budaya 2020. Salah satu puisinya yang berjudul Kali Tuntang di Utaranya Kauman mendapatkan penghargaan Nominasi Puisi Pilihan pada perhelatan akbar 1000 Guru Menulis Puisi besutan Rumah Seni Asnur Jakarta yang memperoleh rekor MURI 2018. Dua antologi tunggal telah ditelurkannya, Jie, 2020 dan Tingkap, 2021. Buku Jie berkesempatan mengikuti Luanching Bersama 100 Buku Puisi Penyair FISGB 2020, Tanjungpinang- Kepri, 24 sd 27 September 2021.
72.Oka Miharzha.S adalah nama pena dari Abdul Karim, ia.mulai menulis tahun 1978/ 1980an . Penyair kelahiran 6 Desember 1961 ini ingin menulis sampai ajal menjemputnya .Puisinya banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan Antologi Puisi pribadi dan banyak Antologi Puisi Bersama baik lokal, regional/ nasional bahkan internasional . Tinggal di Pelaihari, Tanah Laut Kalimantan Selatan.
73.Prawiro Sudirjo, Penulis dengan nama kecil "Wiro" ini lahir di Cirebon tahun 1978. berkuliah di Bandung. Aktif di Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya (KPPBR) dan ketua Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB). Buku yang pernah ditulis: Kumpulan Esai: Guru Medsos Masuk TV (2017), Kumpulan Puisi Jalan Hidup dan Cinta (2018), Kumpulan Cerpen : Tak Terjelaskan (2021), Karya puisinya dimuat dalam antologi Gowes Literasi Labuhan Batu Apajake 2021, Puisi Pandemi – DSJ 2020, Jakarta dan Betawi -2021, PMK 8 (2021), HPI Jember (2021), Sastra Angkatan Milenial (2021),
74.Putri Bungsu, guru yang gemar membaca, menulis, dan avontur. Namanya masuk dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia dengan nama aktanya Tusilah. Menerbitkan buku puisi tunggal Ketika Aksara Bicara (2017) dan Detik Akhir (2019). Bergabung dengan banyak komunitas dan telah menerbitkan lebih dari 50 buku antologi bersama berupa puisi, geguritan, cerpen, cerkak, esai, maupun resensi. Mengikuti Konpen Malaysia dan menghasilkan antologi puisi Wangian Kembang. Mengikuti Wisata Puisi Brunei menghasilkan buku antologi Gadis Kampung Air, A Skyful of Rain (Banjarbaru) dan puluhan buku lainnya. Suka menulis untuk media pendidikan seperti Inspirasi, Inspirator, Luhur, Titis, Saraswati, Radar Pos.
75 . Rahayu Budiman. Menulis sekarang adalah kegiatan yang menjadi hobby baru. Melepaskan penat dan mengisi waktu luang. Di sela-sela menjaga lahan parkiran, aku terus melangkah lebih baik. Menulis di beberapa antologi bersama. Sudah ada tujuh buku antologi yang aku ikuti, diantaranya belum aku tebus.
Sekarang aku sedang melebarkan sayap, selain menulis puisi dan cerpen, aku sedang belajar menulis naskah drama. Aku merasa bahagia, bisa dibimbing oleh Bang Saut dan Om Prit. Oma Fanny, dan bunda Dyah, sahabat-sahabat literasi lainnya, tak ketinggalan Om Rg Bagus Warsono yang selalu menyediakan tempat untuk luapan penulisanku. Terima kasih.
76.Riami, tinggal di Kab. Malang Jawa Timur. Menulis beberapa buku antara lain “Sajak Biru”. Aktif menulis di kompasiana.com, aktif di Group Sahabat Guru Super Indonesia, Competer, Kepul (Kelas Puisi Alit), Ruang Kata, dan Group Puisi Bekasi,
77.Ritawati Jassin, Lahir di Gorontalo, 18 Oktober 1969. Karyanya Kumpulan Puisi "Terapi Jiwa Sang Jalang" Penerbit Balai Pustaka, 31 Juli 2019 pengantar oleh: Taufiq Ismail. Pembahas Taufiq Ismail dan D. Kemalawati (di PDS H.B. Jassin), Berada dibeberapa Antologi puisi dan pantun bersama, Nusantara, lima negara dan terbaru di dua buku antologi dalam rangka mengenang Nh. Dini: "Seribu Sisi Dini dan "Simponi Untuk Dini". Berkerja sampai saat ini di Dispusip PDS H.B. Jassin Taman Ismail Marzuki Cikini Raya 73 Jakarta Pusat. Namanya tercatat di Lumbung Puisi dalam antologi Bersama nasional T 2021.
78.Sami’an Adib, lahir di Bangkalan tanggal 15 Agustus 1971. Lulus Strata I pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember (Unej). Prestasi kepenulisan antara lain: pernah memenangkan Juara I Lomba Cipta puisi Gus Dur yang diselenggarakan Pelataran Sastra Kaliwungu-Kendal, Puisi Pilihihan II Poetry Prairie Literature Journal#5, Puisi Pilihan III Poetry Prairie Literature Journal#6. Puisi-puisinya terpublikasikan di sejumlah media cetak dan on line. Antologi puisi bersama antara lain: Negeri Pesisiran (2019), Banjarbaru Rain (Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020), Perjalanan Merdeka (2020), Alumni MUNSI Menulis (2020), Suara Guru di Masa Pandemi (2020), Sang Acarya (2021), Khatulistiwa (2021), Asu (2021), Lelaki di Lautan (2021), dan lain-lain. Aktivitas sekarang selain sebagai tenaga pendidik di sebuah Madrasah di Jember, bergiat juga di Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI)
79.Rosmita.S.Pd, Lahir di Provinsi Nangroe Aceh 20 April menetap di Jambi. Pernah kuliah di UNJA dan UT Jambi selesai 2010. Bekerja sebagai Kepala Sekolah di salah satu SD yang berada di lingkungan Kabupaten Muaro Jambi
Penggagas Antologi Bersama di Lumbung Karta Sastra Nusantara baru menulis 75 Antologi bersama . Penulis di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021, Di antaranya: Antologi Tadarus Ramadhan 4&5, Antologi Corona, Antologi sampah, Antologi ASU & Gembok, dan 6 Antologi tunggal :Jemari jingga. Merenda jingga selepas senja , Pelangi di langit talang kerinci, Ibu surgaku, Madrasah, Perempuan bertubuh puisi. Hingga sekarang masih aktif bekarya. Anggota ASPI hingga kini.
80.Selamat Said Sanib, Lahir 18 Maret 1968 di Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur, anak dari pasangan Alm.Sanib Bin Arifin ( Cilodong Jawa Barat ) dan Meidina ( Hatyei Songkla Thailand Selatan ). Beberapa puisinya dimuat di Samarinda Pos dan situonline ambau.id. Antologi Puisi Cinta Dalam Mendidik ; Lukisan Hati Tentang Guru Budi Dan Pendidikan, Kreasi dan Literasi Indonesia Penerbit Adhi Sarana Nusantara, Mei 2018
Antologi Puisi Kitab Puisi Indonesia 1001 Cinta, 1001 Rindu.Penyusun Muhammad Thobrani,Penerbit Anom Pusaka,Pebruari 2019. Ijab Qabul Puisi Puisi Tentang ; Pendidikan, Politik, Sosial Kemanusiaan,Rumah Tanggga, Keperempuanan, Romantisme,Motivasi dan Spritualitas, Araska Jogyakarta,Maret 2019. Menikah dengan Hairiyah. Ia dikaruniai 4 anak bernama Iqbal Mursyidan, Zulva Azzahro, Gina R Sabila, dan Rahmi Zahratunnisa.
81. Setyo Widodo, adalah penyair yang tinggal di Bogor. Ia adalah seorang dokter hewan yang menulis sejak bangku pelajar. Namanya tercatat di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dalam beberapa antologi bersama nasional.
82.Sukardi Wahyudi, lahir di Samarinda pada tanggal 17 Januari 1960, karyanya banyak termuat di media lakol dan nasional, telah menerbitkan buku antologi puisi dan cerpen baik tunggal maupun bersama, diantaranya: Diam Antologi puisi (1983, Ikatan Pencinta Sastra Kab.Kutai) Tongkat Antologi puisi (1984, Ikatan Pencinta Sastra Kab. Kutai), Boom Antologi puisi (1984, IPS Tenggarong), Hudoq 2000 Antologi puisi (1985, Ikatan Pencinta Sastra Kab. Kutai), Menepis Ombak Menyusuri Sungai Mahakam Antologi puisi bersama sembilan penyair Kab. Kutai (1999, DKD Kab.Kutai) dan Secuil Bulan Di Atas Mahakam Antologi puisi bersama penyair Kaltim (1999, DKD. Prov. Kaltim), Seteguk Mahakam Antologi puisi Penyair Tenggarong (2006, Penerbit Matahari Jogyakarta), Ada Gelisah Di Pertemuan Waktu Antologi Cerpen (2011, Penerbit Araska Jogyakarta) Lelaki Itu Antologi puisi (cetekan I - 2010, cetakan II - 2018 Penerbit Araska Jogyakarta) dan Jejak Rindu Antologi puisi (2019, Penerbit Araska Jogyakarta). Penyair ini tinggal Kabupaten Kutai Kartanegara ,Kalimantan Timur
83.Sukma Putra Permana, lahir di Jakarta, 1971. Giat berproses kreatif sebagai editor, penyair, dan penulis nonfiksi di Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta. Beberapa buku antologi terbaru yang memuat puisinya antara lain: Negeri Bahari (2018), Pesisiran (2019), Segara Sakti Rantau Bertuah (2019), Perjalanan Merdeka (2020), CORONA (2020), Gambang Semarang (2020), Rantau (2020), Alumni Munsi Menulis (2020), Kembara Padang Lamun (2020), Angin, Ombak, dan Gemuruh Rindu (2020), dan Kristal-Kristal DIHA (2020). Buku puisi tunggalnya: Sebuah Pertanyaan Tentang Jiwa Yang Terluka (2015) dan Dia Yang Terjatuh Di Rimba Dunia Ketika Satu Sayapnya Patah (2021). Sekarang tinggal di Bantul, D.I.Yogyakarta
84.Silivester Kiik, lahir di Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka, 14 September 1987. Karya antara lain: “Amor (2020); DEBU dan Sebuah Pesan yang Belum Sempat Terbaca Oleh Rembulan (2020); Menabur Matahari (2020).
Puisinya mengisi antologi bersama nasional dan regional diantaranya: “Sepotong Hati yang Terluka (2018); Tetes Embun Masa Lalu (2018); Seutas Memori dalam Aksara (2018); Warna-Warni Aksara (Jilid II) (2018); Laki-Laki Perkasa yang Tak Pernah Menangis (2018); Diam yang Bersuara (2018); Prelude (2019); Romantisme Perahu Kertas (2019); Montase Kenangan (2019); Berapi (2019), Pucuk-Pucuk Harapan (2019); Bercengkerama di Musim Rindu (2019); Topeng Jiwa (2019); Sepasang Tangan yang Terpasung (2019); Sajak-Sajak Penaku dan yang Bersemayam dalam Diri (2019); Segelintir Kesucian (2019); Selamat Datang Mas Nadiem: Gagasan Literasi Maju untuk Menteri Baru) (2019); Menyalibkan Cemburu (2020); HIDUP ITU PUISI dan Sajak-Sajak yang Terlempar di Tengah Kampung (2020); Rumah Sebuah Buku (2020); Seribu Suara Warna-Puisi Pendidikan dan Literasi Media Guru-Gurusiana (2020); Corona-Penyair Indonesia Mencatat Peristiwa Negeri-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia VIII (2020); Tadarus Puisi IV-Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2020); Sampah-Puisi Penyair Indonesia (2020); Seruling Sunyi untuk Mama Bumi (2020); Gembok- Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX- Penyair Indonesia (2021); dan lainnya. Saat ini tinggal di Kota Perbatasan RI-RDTL (Atambua-Belu-NTT).
85.Sugeng Joko Utomo, kelahiran Kebumen Jawa Tengah, saat ini mengajar Biologi di SMA Bina Insan Mandiri, juga mengajar Kimia, Fisika dan Dasar Disain Grafis di SMK Riyadul Ulum Tasikmalaya Jawa Barat. Meski mengajar mapel Eksakta tetapi mempunyai hobi menulis sastra/Puisi. Sudah menerbitkan 2 Antologi Tunggal yaitu Lelaki dan Langgam. Dan banyak antologi bersama.
86.Sulistyo , Lahir dan besar di Kudus. Menyukai apapun tentang seni dan sastra. Puisi-puisinya tergabung di beberapa antologi bersama dan beberapa antologi tunggal.
87.Supriyanti Priyono, ahir pada 5 November 1981 di Jakarta. Menempuh pendidikan di SDN Sukapura 3pt Jakarta Utara, SMP Kencana Jakarta Utara, dan SMK Tanjung Priok 2 Jakarta Utara. Beraktivitas di berbagai forum sosial dan taman baca. Juga pendiri TBM Garuda, Jakarta Utara. Supriyanti Priyono belajar menulis puisi secara otodidak melalui buku. Puisi atau karya lainnya masih tersimpan dalam beberapa catatannya.
88. S. Ratman Suras, adalah penyair senior , Lahir di Cilacap 8 Oktober 1965. Seorang pejalan sunyi Mencintai puisi, belajar secara otodidak. Menulis di banyak antologi Bersama nasional . Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia. Tinggal di Deliserdang. Sumatera Utara.
89. Suyanik, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
90.Sriyanti S Sastroprayitno , lahir di Sragen, 5 Februari 1969, penyuka puisi ini sehari-hari mengajar di Departemen Kimia FSM Universitas Diponegoro Semarang. Menulis dalam berbagai media baik dalam Bahasa Indonesia maupun Jawa. Antologi puisi dan gurit yang pernah ditulisnya adalah Ketika Cinta Menunjukkan Wajahnya (2017) dan Mecaki Wektu (2021). Beberapa karya terbit dalam antologi bersama: Kumpulan gurit Wanodya 1-3 (2017, 2018, 2019), Negeri Laut (DNP6/2015), Negeri Awan (DNP7/2017), Negeri Bahari (DNP 8/2018), Negeri Pesisiran (DNP 9/2019), Gambang Semarang (2020), Perempuan Bahari II (2020),Sang Acarya (2020),Hujan Pertama di Bulan Purnama (2021), Khatulistiwa (DNP11/2021).
91.Supianoor dilahirkan di Kusan Hulu, Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada tanggal 1 Juli 1969. Puisi-puisinya terdapat dalam antologi bersama Buitenzorg Bogor Dalam Puisi Penyair Nusantara (2017), Berbagi Kebahagiaan (2019), Surak Sumampai (2019) dan Corona (2020) , Rindu (2020), Hujan itu Selalu Melukiskan Rindu (2020), Berguguran Ranting Harapan (2020), Ramadan Kareem (2020),Sampah (2020), Love In Silence And Memories (2020), Filosofi Rindu (2020), Lantunan Doa Rakyat Sang Acarya (2020), Air Mata Surga(2021). Ibuku Surgaku(2921),Ayahku Jagoanku(2021) Sekarang bertugas sebagai Kepala SMPN 4 Kusan Hulu dan tinggal di Kusan Hulu Kab. Tanah Bumbu.Kalimantan Selatan.
92.Tarni Kasanpawiro, Lahir di Kebumen 01 Desember 1971. Beberapa puisinya tergabung dalam antologi bersama "Pinangan(Dapur Sastra Jakarta) , Mendekap Langit(Gempita Biostory) dan Puisi Menolak Korupsi jilid 2 dan jilid 8. Saat ini aktif di group Lumbung Puisi asuhan RgBagus Warsono dan beberapa kali ikut antologi bersama". Penyair ini tinggal di Bekasi.
93.Tabaheriyanto, penyair yang tinggal di Bengkulu mengisi antologi Bersama nasional di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
94.Thoifah ,(B i Yang Lana) lahir dan domisili di Indramayu. Seorang penikmat puisi dan novel misteri, petualangan dan cerita silat
Karya tunggalnya buku puisi 'SOROH DOYONG' tahun 2018 beserta buku antologi bersama teman-teman. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
95.Thomas Sutasman lahir di Kulon Progo, 6 Maret 1974, tinggal di Cilacap. Aktif mengelola majalah sekolah dan aktif dalam literasi sekolah, komunitas sejarah. Beberapa tulisannya dimuat di media lokal. Pernah mengikuti antologi puisi Facisme: antologi puisi jelek Yogyakarta (1996)
96. Wandi Julhandi, kerap di panggil sebutan Wandi berasal dari Makassar, lahir 1987 Januari 1987 hobi penulis dan membaca, alhamdulillah. Sudah ada beberapa antologi dari beberapa grup ada yang tunggal juga gabungan, kurang lebih 15 antologi sudah ada... Antara lain yang Berjudul: Jiwa Jiwa yang bahagia dan Menang ada pun antologi tunggal yaitu Merajut Luka Dan Duka Hati. Yang mana seorang Owner penerbit mengajak untuk membuat buku antologi tunggal pada bulan puasa tahun 2020 puisi Renajana, itu Judul Merajut Luka dan Duka Hati 220 halaman bertepatan tahun 2020... Ada pun gabungan Antologi kami berdua bersama Marshelina yaitu berjudul: Harapa 2 Nusa seindah Pelangih penulis || Wandi Julhandi | Marshelina. Dan ada lagi antologi gabungan grup antara lain Celoteh Anak Negeri || Duka Ibu Pertiwi|| Kota Cinta || Tarian Pena Sahabat Serumpun Dan Antologi ASU di Lumbun puisi Sastrawan Indonesia.
97.Wardjito Soeharso Lelaki dengan multi status: suami, bapak, penulis, pengusaha, pelamun, pemimpi, dan masih banyak lagi. Menulis sebagai akibat dari suka membaca. Menulis puisi, naskah drama, essai ilmiah populer, dan sekarang sedang rajin menulis novel. Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang, novelnya yang baru terbit, mendapat sambutan baik dari para pembacanya. Sekarang sedang menulis novel seri keduanya.
98.Warsono Abi Azzam adalah nama pena dari Warsono, M.Pd, guru Matematika di SMP Negeri 5 Cilacap. Lahir di Banjarnegara, 6 Desember 1969, kini berdomisili di Cilacap. Meski mengajar bidang studi eksak, hobinya literasi dan sastra. Telah menerbitkan empat buku puisi tunggal, yaitu “Paradoks” (2017), “Gerimis Senja, Sekumpulan Sonian” (2019), “Sehimpun Haiku Romansa Jiwa” (2019), dan “Gita Malam” (2019). Puisinya juga termuat pada berbagai antologi bersama. Pernah mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI di Kudus, Juni 2019
99.Wawan Hamzah Arfan, lahir di Cirebon, 8 Juni 1963. Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Universitas Pakuan (Umpak) Bogor, Jurusan Manajemen Pendidikan. Sejak tahun 80- an karya-karyanya berupa puisi, cerpen, artikel, dan esai tersebar di berbagai media, seperti koran maupun majalah. Beberapa puisinya terhimpun dalam Antologi Puisi Mega Mendung (1989), Kebangkitan Nusantara I (1994), Kebangkitan Nusantara II (1995), Kebangkitan Nusantara III (1996), Antologi Puisi HP3N " Nuansa Tata warna Batin" (2002). Puisi Menolak Korupsi (2013), Cinta Mengubah Segalanya (2013), Antologi Puisi & Apresiasi "Mendekap Langit" (2013)., Antologi Parsel ( Maret 2021), dan Merenda Hati (April 2021). Kegiatan sehari-harinya sebagai PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
100.Wirja Taufan, tercatat dalam buku Leksikon Susastra Indonesia oleh Korie Layun Rampan (Balai Pustaka, 2000), Apa Dan Siapa Penyair Indonesia (Hari Puisi Indonesia 2017 dan 2018), dan dalam buku Jejak Kreatif 100 Seniman Sastrawan Sumatera Utara (Fosad, Mei 2018). Lahir di Medan, Sumatera Utara, 15 September 1961, dengan nama Suryadi Firdaus.
Mulai menulis puisi sejak 1980 di berbagai surat kabar lokal dan nasional, majalah sastra Horison Jakarta, dan dalam blog website International Writer Association (IWA) Bogdani dan International Forum for Creativity and Honored (IFCH) dalam terjemahan bahasa Inggris. Puisi-puisinya juga banyak dimuat dalam antologi puisi bersama dan sebagian telah diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, Inggris, Uzbekistan, Bangla dan Italy, antara lain untuk antologi puisi bersama AMOR EN PRIMAVERA (Amazon, 2020), ANTHOLOGY OF LOVE IN SPRING (Amazon, 2020), STRIVING FOR SURVIVAL (Our Poetry Archive Anthology of Poetry 2020), THE THIRD ANTHOLOGY OF WORD GOGYOSHI (Amazon, Januari 2021), ANTOLOGIA DI POESIE INDONESIANE E MALESI (2021), majalah sastra khusus puisi Azahar, Spanyol, surat kabar Kitob Dunyosi, Uzbekistan, surat kabar harian ASIA BANI, Bangladesh dan NBM BANGLA TV, Bangladesh. Episode Mimpi adalah antologi puisi pertamanya yang diterbitkan oleh Taman Budaya Medan (TBM, 1986) . Antologi puisi terbarunya adalah Bunga , Kupu-kupu , Mimpi dan Kerinduan (Imaji Indonesia, Juni 2020). Tahun 1984 menerima Hadiah Kreatifitas Sastra Bidang Puisi dari Dewan Kesenian Medan (DKM).
101. Yublina Fay, Yublina Fay lebih akrab disapa Ina, 18 Maret 1985 di sebuah desa
terpencil bernama Oelnasi, Kecamatan Kupang
Tengah, Kabupaten Kupang. Si hitam manis yang
memiliki hoby membaca dan menulis sudah dari
SMA.
102.Yoffie Cahya, lakhir di Putat Kadipaten, Majalengka,26 Oktober.Mulai menulis di Majalah musik Aktuil dan koran Mandala, Bandung.Sejak tahun 1970 an menulis puisi,cerpen,esei dan artikel di media lokal dan nasional.Sajak-sajaknya juga termuat dalam beberapa antologi yang terbit di Malang, Jakarta,Bandung dan Majalengka.Sudah mengoleksi beberapa buku kumpulan puisi dan cerita pendek.Buku kumpulan sajaknya yang terbaru “Sajak Seribu Kenangan” ( 2019 ).
April 1968 . Bergiat di Terminal sastra Mojokerto dan Sela Sastra Boenga Ketjil Jombang. Pernah menjadi dewan juri baca puisi tk SD/ MI Se
Kab Jombang yg diadakan Dinas Perpus kab.Jombang th 2019. Buku puisi tunggalnya ;Bulan merindukan Anak ikan, selendang bianglala, mengenang teman kantor, Surga KW1, Surga KW2. Cintaku di atas perahu,
104.Yuda Wira Jaya, merupakan penyandang disabilitas tunanetra kelahiran Wonosobo, 20 Desember 1997. Hobinya dalam bersyair sebenarnya bermula dari mendengarkan sandiwara radio Tutur Tinular. Dimana ia tergila-gila dengan tokoh bernama Arya Dwipangga alias Pendekar Syair Berdarah. Dia sering kali berimajinasi menjadi tokoh tersebut. Akhirnya ia mulai belajar merangkai aksara agar terasa sedap dinikmati. Pada akhir tahun 2020, dia barusaja menerbitkan antologi puisi dan cerpennya dengan judul Tersenyum Dalam Gulita. Banyak bercerita tentang hidup seorang tunanetra.
105.Zaeni Boli dikenal sebagai Aktor dan Penyair berkesenian sejak 1989, pernah tampil di acara Festival Internasional “Asean Literary Festival 2015” ,karya –karya puisinya juga termuat di media cetak dan online maupun antologi bersama diantaranya Negeri Poci ,Puisi Menolak Korupsi dan Lumbung Puisi.Tergabung bersama Sastra Kalimalang sebagai Investaris karya sejak 2013-2017 . Juga aktif bergiat di literasi bersama Agupena Flores Timur .Sekarang tinggal di Flores Timur aktif di Nara Teater ,tampil pada Pekan Teater Nasional 2018 di TIM GBB,menjadi ketua TBM Lautan Ilmu dan mengajar di SMK Sura Dewa Flores Timur mendirikan Eskul Teater “Bengkel Seni Milenial”.Aktif menghidupkan kesenian di Kampus IKTL Larantuka. Saat di percaya sebagai ketua FTBM Flores Timur Periode 2021-2025.
Biodata Penyair di Sisispan Puisi 2,6 T
106. Denting Kemuning adalah nama pena dari Kanti yang lahir dan tinggal di kota Surabaya pada tanggal 10 April. Puisinya termuat dalam beberapa antologi bersama. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
107.Atek Muslik Hati, adalah penyair asal Lombok. Mengikuti beberapa antologi Bersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H, Antologi Bersama T oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
108.Nur Janah, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
109.I Made Suantha, adalah penyair senior asal Bali. Mengikuti berbagai event antologi Bersama nasional. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H, Antologi Bedrsama T oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
11o. Iniratu Kinan, nama aslinya Nanik Utarini, Pacitan 02 Maret 1979 Guru Sosiologi di SMAN 5 Merangin Jambi. Namanya tercatat dalam Antologi Bersama Nasional Tadarus Puisi Ramadhan 1442 H, Antologi Bersama T oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
111.Ina Marct, Lahir di Kupang 18 Maret 1985, penyair ini tinggal di Kupang. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
112.Rembulan Bertabur Bintang Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
113.Soetan Radjo Pamoentjak, adalah penyair yang tinggal di Bukittinggi, Sumatra Barat. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
114.Suhendi RI, penyair ini tinggal di Bekasi. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
115.Amiruddin Hasan Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
116.Lyananda Arvista, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
117.Dyan Nkusuma, terlahir di Wonosobo, 17 Mei 1975, dengan nama Dyah Nur Kusumawati.
Menulis dan baca puisi adalah kegemaran semenjak kanak-kanak. Menulis di laman gawai semenjak Oktober 2019. Tiga antologi bersama: Love in Sping,Kreasi 23442 dan Kata Kita.
Satu Antologi tunggal Sesungai Haiku, Bunga Mentaya dan lima antologi bersama dalam proses. Menulis di beberapa antologi Bersama nasional.
118.Rufus Kopong , penyair ini tinggal di Adonara, Nusa Tenggara Timur. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
119.Erndra Achaer, adalah penyair Purbalingga, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
120.Burhan's, Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
121.Sugeng Joko Utomo, kelahiran Kebumen Jawa Tengah, saat ini mengajar Biologi di SMA Bina Insan Mandiri, juga mengajar Kimia, Fisika dan Dasar Disain Grafis di SMK Riyadul Ulum Tasikmalaya Jawa Barat. Meski mengajar mapel Eksakta tetapi mempunyai hobi menulis sastra/Puisi. Sudah menerbitkan 2 Antologi Tunggal yaitu Lelaki dan Langgam. Dan banyak antologi bersama.
112.Putri Bungsu, guru yang gemar membaca, menulis, dan avontur. Telah menerbitkan 4 buku puisi tunggal dan puluhan buku antologi bersama.
123.Hendri Abu Afrin, lahir pada 09 Juli 1986. Ayah dari Aftrin dan Amjad Brilliant ini adalah guru tidak tetap pada beberapa sekolah swasta di kampung ia tinggal. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
124.Siti Ratna Sari, lahir Tanggal 13 Oktober 1978 di Gunung Tabur sebuah wilayah yang dulunya jadi pusat kerajaan pertama di Kabupaten Berau. menempuh Pendidikan dari SD hingga SMA di Kecamatan Tanjung Redeb, menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Menyukai menulis puisi, sekarang, mengabdi sebagai tenaga pendidik di SMPN 3 Tanjung Radeb sejak 2019 sampai sekarang. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar