41). Warsono Abi Azzam
Warsono Abi Azzam adalah nama pena dari Warsono, M.Pd, guru Matematika di SMP Negeri 5 Cilacap. Lahir di Banjarnegara, 6 Desember 1969, kini berdomisili di Cilacap. Meski mengajar bidang studi eksak, hobinya literasi dan sastra. Telah menerbitkan empat buku puisi tunggal, yaitu “Paradoks” (2017), “Gerimis Senja, Sekumpulan Sonian” (2019), “Sehimpun Haiku Romansa Jiwa” (2019), dan “Gita Malam” (2019). Puisinya juga termuat pada berbagai antologi bersama, diantaranya: “Musafir Ilmu”. “Haiku Pohon Rasa”, “Sesapa Mesra Selinting Cinta”, “Progo 6”, “Sang Acarya”, “Para Penuai Makna”, “Tadarus Puisi”, “Puisi T”, “Khatulistiwa”, “Plengkung”, Mata Air Air Mata”, dan lain-lain. Pernah mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI di Kudus, Juni 2019.
42). Dyah Nkusuma
Dyah Nkusuma, terlahir pada 17 Mei 1975, dengan nama Dyah Nur Kusumawati. Ibu rumahtangga, istri purnawira perwira polisi, mengelola Rumah Jahit Kin dan Sudut Baca Kin. Domisili Sampit Kalimantan Tengah. Hobby menulis dan berpuisi sejak sekolah. Menulis di laman gawai sejak Oktober 2019. Ada beberapa antologi bersama kawan kawan. Antara lain ; Haiku Save The World Against Corona Virus; 2020, Puisi Kreasi 23442; 2019, Antologi Internasional Love Of Spring 2020, Puisi dua larik Kata Kita 2020, Antologi Haiku 9 Haijin Semerbak Bunga 2020, Haiku Heart, 2020 New Haiku "Diary United Against Covid 19, 2020.Antologi Internasional Love In Summer 2020, Senryu Gayung bersambut: Sejarah Kelam Tragedi September, 2020, Apa Kabar, Kopi?, 2020
Haiku Hari Ibu: Mulia Ibu, 2020, Celoteh Anak Negeri, 2020 Romantika Cinta dalam Aksara,2020 GEMBOK, 2021, Sajak Cinta untuk Air Mata Surga, 2021,1001 Gogyoshi Nusantara, 2021,STRAFARA, When Heart Sing, 2021 Antologi Internasional SOUL OF LOVE 2021, Bias Warna Hati, 2021, 1000 Puisi, HIJRAH, 2021, AYAHKU JAGOANKU, 2021,PUZZLE CINTA, 2021,Yang Patah dan Berganti, 2021,1000 MISDA, 2021,Rinai Aksara Rindu, 2021. Tarian Pena Sahabat Serumpun, 2021,Para Penuai Makna DSJ 2020-2021,Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana, 2021,ASU, 2021, Tadarus Puisi V, 2021,Perempuan Berwajah Puisi, 2021, Anakku Permataku, 2021; Antologi Haiku NHI volume 6, 2021, 100 karya special, persembahan SNW, 2021, Sehimpun Puisi Religi Islami IQRA'', 2021, Obituari Mengenang Yoevita Doekotjo, 2021. Dan Antologi Tunggal Haiku Sesungai Haiku BUNGA MENTAYA, Dyah Nkusuma, 2020, Antologi Puisi tunggal, BERKATA RANTING KERING, 2021.
43). Buya AL - Banjari
Buya AL - Banjari nama lengkapnya Ahmad Sugian Noor, AA, Al - Banjari.Lahir di Barabai, 7 Desember 1958. Alumni FKIP ULM Banjarmasin Thn 1988, Hobimenulis puisi juga aktivis Teater Tradisi Mamanda Banjarmasin. Sering juara lombabaca puisi se KalSel tahun 1980 an.Bbrp puisi pernah dimuat di SKH.Dinamika Berita dan B.Post tahun 1987 - 1990 dan dibbrp Antologi Puisi bersama Penyair di antaranya : BANJARMASINKU DALAMPUISI '87 (Thn 1987); "BOSNIA DAN FLORES (Banjarmasin, 1993); *MAUMANGMAKNA di HUMA AKSARA (ASKS XIV Thn 2017 Kandangan); SEMERBAK HUTANSEHARUM OMBAK (ASKS XVI Thn 2019 Tanah Bumbu); MERATUS, NyanyianRindu Anak Banua, (Thn 2020); KUMPARAN PUISI, Dapur Sastra Jakarta (Thn 2020);Setelah SAPARDI Pergi, Sehimpun Puisi Tribute to Sapardi Djoko Damono (PustakaDiomedia, Jakarta 2020); RIUH IMAJI di MASA PANDEMI Antologi Puisi ASKS XVIIKalsel, Tabalong 2020 (Tahura Media); RUANG STEREO MISTERI MANUSIA,Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan, Disporabudpar Kota Banjarbaru (TahuraMedia, Oktober 2020); PENGEMBARA RINDU, 15 Penyair Nusantara (Juara 2, EventSayembara Tri Lomba Cipta Puisi (November 2020, Kosana Publisher, BanyumasIndonesia).Biodata kepenyairan Buya Al - Banjari dimuat dalam buku Sketsa SastrawanKalimantan Selatan (Balai Pustaka Banjarmasin, Banjarbaru, 2001) dan buku LeksikonPenyair Kalimantan Selatan 1930 - 2020 (Tahura Media, 2020).
44). Heru Mugiarso
Heru Mugiarso, lahir di Purwodadi Grobogan, 2 Juni 1961. Menulis puisi sejak masih duduk di bangku SMP. Karya-karya berupa puisi, esai dan cerpen serta artikel di muat di berbagai media lokal dan nasional. Sekitar enam puluhan judul buku memuat karya-karyanya.Penghargaan yang diperoleh adalah Komunitas Sastra Indonesia Award 2003 sebagai penyair terbaik tahun 2003 Namanya tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017.)Sebagai nara sumber acara sastra pada program BIANGLALA SASTRA SEMARANG TV. Juga, Pembina Komunitas Lentera Sastra mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Unnes.
45). Gambuh R Basedo
Gambuh R. Basedo adalah penyair yang saat ini tinggal dan menetap di Rembang, Jawa Tengah. Antologi tunggalnya adalah “Suluk Cinta Kawah Candradimuka” terbit di tahun 2020 9 Samudra Printing). Karya karyanya telah diterbitkan dalam antologi bersama, antara lain yaitu : menjadi salah satu "Penyair Jingga” (2012) “Kado Pernikahan”, (2010), “Dandani Luka Luka Tanah Air” (Antologi puisi Numera Malaysia - 2020), “C Antagonis” (Fakultas Penulis Kreatif dan Filem – Malaysia :2020), “Tribute Sapardi” (2020), “Antologi Para Pendaki” (2020), Broken Heart (2020), Pelangi Cinta (2020), Antologi Mengenang Najmi Adhani (2020), Romantika Cinta Dalam Aksara (2020), Bias Warna Hati ( Sastra Nusa Widhita - 2021), Gembok – (Lumbung Puisi Indonesia2021), Suara Dari Lembah Kata Kata (2021), Surat Untuk Ibu (2021), Anakku Buah Hatiku (2021), Jendela Cinta Literasi Anak Negeri (2021), Mengeja Susuhing Angin (2021), Srikandi (2021), dan lain lain, juga menulis di harian lokal BMRFox Kotamobagu, Semesta Seni (Tabloid bulanan Seni Satra –Jakarta)
Prestasi yang pernah dicapai dalam berkesenian adalah sebagai Duta tari Festifal Tari Surabaya, Jawa timur, tahun 2004, Dalang suluk, Penggagas dan pencipta “Wayang Lontar Ganyar” sejak tahun 2003 hingga sekarang. Penggagas “Ketoprak Cilik” (anak anak usia 10 – 13 tahun) sejak tahun 1990 hingga sekarang. Kegiatan sehari hari sebagai Penggiat Seni dan Perawat Kebudayaan Jawa juga pelaku Teater Mistis dan Interculturalisme ala Gambuh.
46). Sartikah
Sartikah penyair kelahiran ahir di Garut, karyanya antara lain : Jejak Sunyi sang perindu; Rembulan Merah; Swiss Van Java; Malam Bertasbih Dalam Cahaya 100 Bulan; Bersama Melawan Covid; Petaka Corona; Lorong Peradaban Sastra; Hijrah , dan Pesona Takdir. Penyair ini tinggal di Cibiuk Garut,
47).Amy Budi Arsih
Ami Budi Arsih (Aan Aminah Budiarsih) lahir di Tasikmalaya, 16 Juni 1966. Sejak 2017 aktif menulis puisi. Karyanya telah dibukukan Bilur Yang Membiasa (2019); Rindu Yang Tak Pernah Sirna (2019); Jejak Perempuan Puisi (2019) dan puisinya terdapat dalam berbagai antologi bersama nasional.
48). Aming Aminoedhin
Aming Aminoedhin, nama aslinya: Mohammad Amir Tohar, lahir di Ngawi, 22 Desember 1957
alumni fakultas sastra, Universitas Sebelas Maret Surakarta, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia aktif kegiatan teater, dan pernah menyandang predikat “aktor terbaik” Festival Drama se-Jawa Timur tahun 1983
dari teater persada Ngawi, pimpinan MH. Iskan.
49). Merawati, SE
Merawati, SE nama lainnya Merawati May, lahir di Mukomuko, 12 Mei 1978. Anak kelima dari sepuluh bersaudara ini menyelesaikan pendidikan jurusan Ekonomi manajemen tahun 2001. Dan memiliki tiga karya tunggal, antara lain: Perjalananku (2016) Nasihat ibu ( 2021) Kidung hati Amreta ( 2022)
Dan berbagai buku antologi bersama, di antaranya: kemarin sekarang dan nanti antologi 6
tahun sonian (2021), perempuan-perempuan tanpa topeng Oase pustaka ( 2021), masa kecil
bersama teras budaya ( 2021), Frasa di langit maya (2020) para penyintas makna dapur sastra
jakarta ( 2021), hidup berdamai dengan corona kosa kata kata ( 2021), jalan kenangan ibuku
kosa kata kata ( 2021), Merah putih pelita ( 2021). Bahasa ibu bahasa darahku ( TISI ) 2022.
Pernah masuk di majalah malaysia sebagai puisi terbaik lekat-lekat memikat ( 2020) dan
masuk Redaksi sastra-kulonprogo(2022), antologi untaian sastra cerita khasanah daerah
(2022) cerpen jelata dan kata-kata (2022) Pesan untuk Negeri ( 2022) Biografi mini ( 2022)
puisi penulis dunia di gital di ruang pekerja seni ( 2020-sekarang).
50). Marshelina
Marshelina, nama asli Mursinah Rahma Lina, Kelahiran Sampit, 23 Desember 1987.
Walau terlahir autis mampu bersekolah di sekolah umum. Alumni SMK Kesatuan 2 Samarinda.
Aktif mengikuti antologi puisi dan cerpen bersama sejak Juli 2020; 16 macam antologi bersama
1 macam antologi puisi solo berjudul "Autis & Puitis"
Ada pun prestasi yang telah diraih diantaranya:
Peringkat 1 selama SD dan duduk di bangku SD hanya 5 tahun. Dapat menyelesaikan 1 judul syair lagu dalam waktu 2 jam tema ditentukan guru cipta lagu saat ujian menulis syair lagu. Juara 1 penulis buku Air Kaca Cinta.
Dan lain-lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar